Bandara Ahmad Yani Semarang Siap Layani Rute Internasional, Singapura dan Malaysia Jadi Tujuan Pertama

Senin, 28 Apr 2025, 15:20 WIB

SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Luthfi, secara resmi mengumumkan Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang akan segera membuka rute penerbangan internasional, setelah mencapai kesepakatan dengan tiga maskapai besar yaitu AirAsia, Scoot, dan Malindo Air.

Langkah ini diambil untuk memperkuat konektivitas Jateng ke pasar internasional, sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian, pariwisata, dan investasi.

Ket. Foto: Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat meninjau kesiapan sarana prasarana di Bandara Ahmad Yani, Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (28/4). — Sumber: istimewa

Pengumuman tersebut disampaikan oleh Gubernur Luthfisetelah meninjau kesiapan sarana prasarana di Bandara Ahmad Yani, Kota Semarang, Jateng, Senin (28/4).

Pihaknya menekankan pentingnya koordinasi yang intensif dengan pihak maskapai dan seluruh pihak terkait untuk mewujudkan penerbangan internasional ini.

Ahmad Luthfi menjelaskan telah dilakukan koordinasi yang matang dengan pihak AirAsia, Scoot, dan Malindo Air untuk merealisasikan penerbangan internasional di Bandara Ahmad Yani.

Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari upaya mempercepat pengembangan infrastruktur dan konektivitas di Jawa Tengah. “Sudah ada komunikasi intensif dengan pihak maskapai, dan mereka sangat antusias untuk membuka rute internasional dari Semarang. Kami siap memfasilitasi segala kebutuhan untuk mewujudkan hal ini,” ungkap Luthfi.

Selain itu, Gubernur juga menegaskan agar seluruh pihak terkait segera melakukan langkah persiapan untuk mendukung perubahan status Bandara Ahmad Yani menjadi bandara internasional.

PT Angkasa Pura I selaku pengelola Bandara Ahmad Yani diminta untuk mempercepat komunikasi dengan maskapai internasional serta mempersiapkan seluruh infrastruktur yang dibutuhkan.

General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Ahmad Yani, Fajar Purwawidada mengatakan pihaknya tengah mengintensifkan koordinasi dengan maskapai-maskapai internasional, dan optimistis bahwa dalam waktu dekat, rute penerbangan menuju Singapura dan Malaysia akan segera dibuka.

“Kami sudah melakukan komunikasi lanjutan dengan maskapai internasional. Semoga dalam waktu dekat, kami bisa merealisasikan rute internasional menuju Singapura dan Malaysia,” kata Fajar.

Di sisi lain, Bea Cukai, Imigrasi, dan Balai Karantina juga telah mempersiapkan personel dan sistem kerja shift untuk memastikan kelancaran operasional bandara internasional tersebut.

Ekonomi Daerah

Gubernur Luthfi menekankan bahwa penerbangan internasional ini akan memberikan dampak besar bagi pariwisata, investasi, dan pengembangan dunia usaha di Jateng.

Menurutnya, Bandara Ahmad Yani sebagai bandara internasional akan menjadi pintu gerbang baru bagi wisatawan mancanegara untuk mengeksplorasi potensi wisata dan ekonomi di provinsi ini.

“Dengan penerbangan internasional, kita akan semakin dikenal di dunia internasional, yang akan memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata, ekonomi, dan dunia usaha. Ini adalah kesempatan besar bagi Jawa Tengah untuk lebih dikenal secara global,” tambah Luthfi.

Keputusan untuk mengembalikan status Bandara Ahmad Yani sebagai bandara internasional juga mendapatkan dukungan penuh dari dunia usaha dan industri pariwisata di Jateng.

Ketua Umum Kadin Jawa Tengah, Harry Nuryanto Soediro menyatakan kesiapan dunia usaha untuk menyambut peluang baru yang dibawa oleh penerbangan internasional ini. “Kami siap mendukung penuh kedatangan wisatawan dan investor dari luar negeri. Ini merupakan peluang emas untuk meningkatkan perekonomian Jateng melalui sektor bisnis dan investasi,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Jateng, Kukrit Suryo Wicaksono mengungkapkanpihaknya sudah menyiapkan berbagai event internasional untuk menarik wisatawan asing.

“Kami telah mendapat restu dari Pak Gubernur untuk mengadakan berbagai event bertaraf internasional. Kami berharap ini bisa menarik lebih banyak wisatawan internasional ke Jateng,” ucap Kukrit.

Dengan seluruh persiapan yang matang dari berbagai pihak, Bandara Ahmad Yani diharapkan segera menjadi gerbang utama Jawa Tengah menuju dunia internasional.

Penerbangan internasional ini tidak hanya akan memperkuat posisi Jawa Tengah di dunia pariwisata, tetapi juga memberikan dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Ke depan, Bandara Ahmad Yani diharapkan dapat menjadi contoh bagi pengembangan bandara internasional lainnya di Indonesia, yang dapat memperkuat konektivitas nasional dan internasional, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Henri pelupessy

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.