WFH Jumat Tak Berlaku di Kementerian PU, Dody Hanggodo Ungkap Peran Strategis Saat Bencana
Sabtu, 11 Apr 2026, 04:05 WIBJakarta - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan kebijakan Work From Home (WFH) Hari Jumat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak diterapkan di lingkungan Kementerian PU arena karakter tugas yang membutuhkan kehadiran langsung.
Dody menjelaskan Kementerian PU tidak hanya bertugas membangun infrastruktur, tetapi juga menjadi bagian dari tim utama dalam penanganan bencana bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Basarnas, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), di berbagai wilayah Indonesia.
"Di (Kementerian) PU sebenarnya enggak ada WFH, karena kan PU itu di samping membangun infrastruktur, kami kan juga termasuk dari bagian tim utama manakala ada bencana, bersama-sama dengan BNPB, Basarnas, dan BPBD. Karena itu kemudian kami putuskan kami tidak WFH," kata Menteri PU Dody dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (10/4).
Dengan peran strategis tersebut, menurut dia, kehadiran fisik pegawai dinilai sangat penting agar respons terhadap kondisi darurat dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi dengan seluruh pihak terkait.
Menteri PU Dody menegaskan keputusan tidak menerapkan WFH juga berlaku di seluruh unit kerja, baik di pusat maupun di daerah, mengingat kebutuhan operasional yang tidak memungkinkan sistem kerja jarak jauh.
Kondisi di sejumlah wilayah seperti Sumatera, termasuk Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, yang masih dilanda banjir serta kejadian longsor menjadi pertimbangan utama tidak diterapkannya kebijakan WFH tersebut.
Ia menyebut adanya laporan korban jiwa akibat bencana di beberapa daerah semakin memperkuat kebutuhan kehadiran langsung jajaran Kementerian PU dalam mendukung penanganan di lapangan secara optimal.
"Kemarin kan ada yang longsor dan ada korban meninggal juga di Deli Serdang. Jadi kayaknya memang kami, tidak memungkinkan bagi kami untuk WFH," ucap Menteri PU Dody.
Meski tidak menerapkan WFH, ia memastikan kementeriannya tetap menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk bekerja secara efektif dan efisien dalam penggunaan sumber daya serta operasional perkantoran.
Upaya efisiensi dilakukan antara lain dengan mengurangi penggunaan listrik dan pendingin ruangan setelah jam kerja, serta memanfaatkan ventilasi alami di ruang kerja yang memungkinkan penghematan energi.
Ia berharap langkah efisiensi tersebut tetap memberikan kontribusi nyata bagi penghematan anggaran negara, meskipun seluruh pegawai tetap bekerja secara langsung di kantor maupun di lapangan.
"Mudah-mudahan dengan cara itu, walaupun kita tidak WFH, tapi ada efisiensi yang tetap dapat kita berikan kepada bangsa dan negara," kata Menteri PU Dody Hanggodo.
- Kementerian PU
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Lama Absen Bela Timnas, Rafael Struick Ingin Tunjukkan Performa Terbaik bersama Klubnya
-
PLN IP Kembangkan Co-Firing Pembangkitan Rendah Emisi dan Efisien
-
Operasi Patuh Jaya Digelar Mulai Hari Ini, Polda Metro Jaya Terjunkan 2.938 Personel Gabungan
-
Longsor Tutup Kelok 9 dan Jalan Solok Selatan, PU Gercep Buka Kembali Akses
-
PBB Sebut 700.000 Anak Gaza Tak Lagi Bisa Sekolah dengan Layak
-
Jalan Tarutung-Sibolga yang Sempat Putus Total Kini Sudah Bisa Dilalui
-
Dibuka Menguat, IHSG Hari Ini Diprediksi Mendatar di Tengah Pasar Cermati Arah Moneter Global
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.