FIFA Peringatkan Soal Penjualan Tiket Tidak Resmi, Vivid Seats Jadi Sorotan

Minggu, 27 Apr 2025, 13:55 WIB

JAKARTA - Badan sepak bola dunia, FIFA, mengeluarkan peringatan kepada para penggemar untuk tetap "waspada" terhadap situs web tidak resmi yang mengklaim menawarkan tiket, setelah muncul kekhawatiran tentang platform Vivid Seats. Investigasi lebih lanjut terhadap Vivid dilakukan menyusul kekhawatiran pendukung Chelsea mengenai keterlibatan ketua mereka, Todd Boehly, yang merupakan investor sekaligus direktur di Vivid, sementara situs tersebut menjual tiket pertandingan Chelsea dengan harga melambung.

Vivid Seats tercatat telah menawarkan daftar pertandingan lengkap untuk Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat dan Kanada. Bahkan untuk pertandingan babak penyisihan grup, tiket di stadion SoFI, Los Angeles, tercatat dijual hingga £44.112 untuk kategori tertentu.

Ket. Foto: — Sumber: Reuters

Sementara itu, tiket untuk final Piala Dunia pada 19 Juli 2026 di Stadion MetLife, New Jersey, tercatat dijual dengan harga antara £4.936 hingga £46.412. Vivid mengklaim menyediakan tiket "sesuai anggaran," tetapi juga menyatakan bahwa mereka baru akan menjual tiket resmi "beberapa bulan sebelum pertandingan."

Menanggapi hal ini, FIFA mengeluarkan peringatan resmi. "FIFA menghimbau setiap penggemar yang ingin membeli tiket Piala Dunia FIFA 26 untuk berhati-hati terhadap situs web penjualan tiket non-FIFA yang mengaku telah menjual tiket dan hanya membeli tiket dari sumber resmi dan sah setelah tiket tersebut tersedia," kata FIFA kepada Sky News.

Penjualan tiket resmi untuk Piala Dunia FIFA 2026 sendiri direncanakan baru akan dibuka musim panas ini. Menurut Ronan Evain, direktur eksekutif Football Supporters Europe, daftar harga tiket yang tinggi tersebut sangat mengkhawatirkan.

Evain menilai tidak mungkin tiket resmi sudah tersedia, mengingat belum adanya distribusi tiket dari penyelenggara. Ia juga mengkritik kurangnya transparansi dalam kebijakan distribusi tiket, serta menekankan pentingnya penerapan pembatasan ketat pada pemindahtanganan tiket untuk mencegah eksploitasi.

Lebih lanjut, Evain menjelaskan bahwa perusahaan-perusahaan seperti Vivid Seats bisa saja mendapat akses istimewa dari penyelenggara atau hanya mengeksploitasi celah dalam regulasi yang ada. Ia menegaskan tanggung jawab penuh ada di tangan penyelenggara untuk menutup peluang tersebut dengan regulasi yang ketat.

Vivid Seats tidak memberikan komentar saat diminta menanggapi temuan ini. Namun, pekan lalu dalam polemik seputar tiket Chelsea, mereka mengatakan, "Penting untuk dicatat bahwa Vivid Seats tidak menetapkan harga dasar untuk tiket yang dijual di pasarnya atau menerima pendapatan apa pun dari harga dasar tersebut; hanya penjual yang menetapkan dan menerima harga tiket dasar."

Keterkaitan Todd Boehly dengan Vivid Seats memicu kritik keras dari Chelsea Supporters' Trust, yang menuduh hal ini merusak upaya pemberantasan calo tiket. Chelsea kemudian merespons dengan mengumumkan rencana penerapan sistem tiket digital mulai musim depan.

Langkah ini akan dilakukan bekerja sama dengan Ticketmaster, dengan harapan dapat mempersulit praktik penjualan tiket di luar saluran resmi. Dalam pernyataan resminya, kepala pendapatan Chelsea, Casper Stylsvig, menyatakan bahwa langkah ini bertujuan "melanjutkan penanganan masalah calo tiket."

Namun, hingga kini Chelsea belum memberikan komentar langsung terkait kekhawatiran terhadap Vivid Seats. Vivid, dalam tanggapannya mengenai tiket Chelsea, menegaskan, "Vivid Seats dengan hormat mematuhi undang-undang yang berlaku di Inggris Raya dan tidak melanggar peraturan apa pun seputar tiket EPL."

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.