Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Darurat TPA Sampah, Bagian dari Bencana Ekologis

📅 Jumat, 25 Apr 2025, 11:55 WIB | Oleh: Tim Penulis

Oleh karena itu, Kaukus LH Bekasi Raya, AMPHBIBI, APPI, KPNas, Prabu PL, KPBS, FJPL, dll mendeklarasikan gerakan pilah sampah mulai dari sumber menuju Indonesia. Sejumlah lembaga dan komunitas mendorong dan bergiat/aksi memilah sampah di sumber dan diolah untuk mengurangi sampah yang dibuang ke TPST/TPA.  

TPA Burangkeng Pasca-Disegel

Berkaitan dengan kasus pencemaran dan penyegelan TPA Burangkeng oleh Menteri LH/Kepala BPLH awal Desember 2024. Dalam forum silaturami ekologi tersebut, Charsa Hamdani Ketua Prabu PL mengungkapkan berbagai persoalan lingkungan pasca penyegelan TPA Burangkeng.

“Masalahnya belum selesai adalah air lindi TPA langsung mengalir ke kali alam. Padahal, ada pimpinannya punya wenanang, selama 2 tahun lebih, lindinya langsung mengalir ke kali. Itu suatu kezholiman, dari situ aja suatu kezholiman pemerintah. Kepala Dinas LH Kab Bekasi sudah ditersangkaan, tetapi masih bergerak pencintraan”, ujarnya. 

Ia menuntut adanya penegakkan hukum serius terhadap Kepala Dinas LH Kabupaten Bekasi Donny Sirait, karena terpidana harus diserius, dan mestinya diganti pejabat baru. Kasusnya berkaitan dengan pencemaran air. Sebulan yang lalu Donny Sirait telah ditetapkan sebagai tersangka pencemaran air oleh Gakkum KLH.  

Persoalan lain, masih minimnya kompensasi sampah. Sedangkan di Burangkeng baru 2.000 KK. Itu pun uang bau yang didapatkan warga tidak jelas, kadang 9 bulan, kadang 6 bulan, sampai rekening terblokir. 

“Saya minta semua warga Burangkeng dapat kompensasi uang bau. Sekarang besaran kompensasi hanya Rp 100.000/KK/bln. Kompensasi masih ngambang. Mestinya, semua dapat, sekarang jumlahnya 17.000 KK atau 45.000 jiwa. Semua minta kompensasi”, tegasnya.

“Yang paling Kadis LH Kabupaten Bekasi yang sudah di-tersangkaan segara ditahan, dan diganti, karena statusnya sudah terpidana”, pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.