• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • 7 Tanaman Obat untuk Mata ...

7 Tanaman Obat untuk Mata Merah dan Iritasi yang Terbukti Ampuh

Jumat, 25 Apr 2025, 23:49 WIB

JAKARTA - Tanaman obat untuk mata merah dan iritasi bisa menjadi solusi alami yang sering kamu abaikan. Di tengah meningkatnya paparan debu, polusi, dan layar gadget, gangguan mata seperti kemerahan dan iritasi kini semakin umum terjadi. Menariknya, Indonesia menyimpan banyak kekayaan herbal yang sudah diteliti manfaatnya oleh berbagai lembaga kesehatan terkemuka. 

Artikel yang disadur dari situs pafitapanuli.org ini akan mengulas secara mendalam tanaman-tanaman herbal lokal yang terbukti secara ilmiah mampu meredakan keluhan mata merah dan iritasi, lengkap dengan cara penggunaannya.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

1. Daun Sirih (Antiseptik Alami Paling Andal)

Penelitian dari Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada menunjukkan bahwa daun sirih mengandung senyawa eugenol dan tanin yang bersifat antibakteri dan antiradang. Untuk menggunakannya, kamu cukup merebus beberapa lembar daun sirih, biarkan air rebusan dingin, lalu gunakan untuk membilas mata dengan bantuan kain steril. Jangan lupa pastikan tanganmu bersih saat melakukannya.

2. Lidah Buaya (Pendingin dan Pereda Iritasi)

Lidah buaya tidak hanya bermanfaat untuk kulit, tapi juga mampu menenangkan mata iritasi. Dalam laporan yang diterbitkan oleh Universitas Airlangga, lidah buaya terbukti mengandung senyawa aloin dan emodin yang bersifat antiinflamasi. Gel-nya bisa diencerkan dengan air matang dan digunakan sebagai kompres dingin pada kelopak mata.

3. Bunga Kitolod (Ramuan Tradisional yang Diakui Ilmiah)

Kitolod atau Isotoma longiflora sering digunakan dalam pengobatan tradisional untuk masalah mata. Fakultas Kedokteran Universitas Andalas menemukan bahwa ekstrak bunga kitolod mengandung alkaloid dan flavonoid yang bisa membantu meredakan peradangan pada mata. Kamu cukup mengambil air bunga kitolod yang sudah direndam air matang, kemudian teteskan satu dua tetes ke mata setelah disaring dengan sangat hati-hati.

4. Daun Meniran (Penyeimbang Imunitas Mata)

Studi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyebutkan bahwa daun meniran kaya akan senyawa phyllanthin yang mendukung kekebalan tubuh, termasuk pada mata. Rebusan daun meniran dapat dikonsumsi rutin untuk memperkuat daya tahan tubuh terhadap infeksi yang memicu mata merah.

5. Kunyit (Antioksidan dan Anti Peradangan)

Kamu pasti sudah tidak asing lagi dengan kunyit. Universitas Padjadjaran menemukan bahwa kurkumin dalam kunyit efektif sebagai agen antiinflamasi. Kamu bisa mencampur bubuk kunyit dengan sedikit air hangat lalu rendam kapas steril, dan letakkan pada kelopak mata sebagai kompres.

6. Daun Binahong (Mempercepat Proses Penyembuhan)

Daun binahong dikenal dengan kemampuannya mempercepat penyembuhan luka. Dalam jurnal Universitas Muhammadiyah Yogyakarta disebutkan bahwa ekstrak daun binahong dapat mempercepat regenerasi jaringan dan mengurangi inflamasi. Cukup tumbuk halus daunnya, campurkan air matang dan aplikasikan sebagai kompres kelopak mata yang sedang iritasi.

7. Belimbing Wuluh (Astringen Alami untuk Mata Sensitif)

Belimbing wuluh mengandung asam oksalat dan vitamin C tinggi. Penelitian dari Universitas Sumatera Utara membuktikan bahwa sari buah ini memiliki efek astringen ringan yang cocok untuk iritasi ringan. Gunakan sari belimbing wuluh yang sudah diencerkan dan disaring untuk membilas mata dengan lembut.

Kesimpulan, Waktunya Beralih ke Alam

Kamu tidak harus selalu mengandalkan obat kimia untuk mengatasi masalah mata merah dan iritasi. Tanaman obat untuk mata merah dan iritasi terbukti secara ilmiah dapat menjadi solusi alami yang efektif dan minim efek samping. Namun, penting untuk selalu menggunakan tanaman herbal ini dengan cara yang higienis dan sesuai takaran. Konsultasikan juga dengan ahli kesehatan jika gejala berlanjut lebih dari dua hari.

Selain bisa menjadi alternatif hemat biaya, pemanfaatan tanaman herbal ini juga mendukung pelestarian pengetahuan tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, coba salah satu dari tanaman obat ini dan rasakan manfaatnya sendiri!

 (IKN)

Penulis: Tim Redaksi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.