Apa Itu Porcine, Bahan Makanan yang Sedang Viral

Kamis, 24 Apr 2025, 08:38 WIB
Dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi masyarakat Muslim, penting untuk mengenali bahan makanan yang halal dan haram. Salah satu bahan yang perlu diwaspadai adalah porcine unsur, yaitu bahan atau unsur yang berasal dari babi. Babi merupakan hewan yang diharamkan dalam Islam, sehingga segala produk yang berasal darinya juga dianggap tidak halal.

Apa Itu Porcine?
Dalam industri makanan, farmasi, maupun kosmetik, istilah ini digunakan untuk menunjukkan bahwa suatu produk mengandung unsur atau turunan dari babi.

Contoh porcine antara lain:

Porcine Gelatin – gelatin yang dibuat dari tulang atau kulit babi
Porcine Enzyme – enzim yang berasal dari babi, misalnya pepsin
Porcine Insulin – insulin yang berasal dari pankreas babi (digunakan dalam bidang medis)

Istilah Lain yang Merujuk pada Babi dalam Produk Makanan

Selain kata porcine, berikut ini adalah beberapa istilah lain yang sering muncul pada label makanan atau bahan baku yang menunjukkan adanya unsur babi:

- Pork = Daging babi
- Bacon = Daging babi yang diasinkan dan diasap
- Ham = Daging paha babi yang diawetkan
- Lard = Lemak babi
- Gelatin (tidak spesifik) = Jika tidak dijelaskan sumbernya, bisa berasal dari babi
- Emulsifier (E471, E472, dll) = Bisa berasal dari lemak babi atau tumbuhan
- Rennet (enzim keju) = Bisa berasal dari hewan termasuk babi
- Enzyme = Jika tidak dijelaskan, bisa dari babi
- Pepsin / Trypsin = Enzim pencerna protein yang bisa berasal dari babi

Mengapa Perlu Waspada? Khususnya Bagi Muslim
Dalam industri modern, produk berbahan babi tidak selalu tampak jelas. Banyak produk olahan — seperti permen, yoghurt, keju, kapsul obat, bahkan kosmetik — menggunakan turunan babi sebagai bahan tambahan. 
Oleh karena itu, konsumen Muslim perlu membaca label dengan teliti, memilih produk bersertifikat halal, atau menghindari produk yang meragukan asal-usulnya.


Tips Menghindari Produk Mengandung Babi

1. Cari logo halal dari lembaga terpercaya (sepertiyang dikeluarkan Kemenag di Indonesia).
2. Periksa label komposisi secara menyeluruh.
3. Hindari istilah asing yang mencurigakan jika tidak ada kejelasan sumber.
4. Gunakan aplikasi cek halal yang tersedia di smartphone.
5. Tanyakan langsung ke produsen jika ragu.

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Winoto Wahyu

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.