Penyesuaian Jurusan SMA dan Penerimaan Mahasiswa Baru akan Dikaji

Rabu, 23 Apr 2025, 20:02 WIB

AKARTA - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) akan mengkaji penyesuaian jurusan SMA dan proses penerimaan mahasiswa baru. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kemendiktisaintek, Khairul Munadi, mengatakan, pihaknya masih menunggu penetapan kebijakan penjurusan SMA oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

"Jadi nanti akan lebih detail kami akan melakukan kajian terkait itu prosesnya, penyesuaian dan sebagainya," usai mengecek pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2025, di Jakarta, Rabu (23/4).

Dia menerangkan, secara umum pihaknya ingin seleksi masuk perguruan tinggi selain adil juga tetap relevan dengan latar belakang akademik siswa. Menurutnya, penjurusan SMA terkait dengan tujuan tersebut.

"Latar belakang akademik siswa yang sudah mereka dapatkan selama di sekolah menengah itu juga nanti akan mendukung penyelesaian studinya ketika melanjutkan di program studi yang dipilih di perguruan tinggi," jelasnya.

Sebagai informasi, Kemendikdasmen akan mengadakan lagi penjurusan IPA, IPS, dan Bahasa di jenjang SMA. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, mengatakan, salah satu tujuan mengadakan lagi penjurusan SMA menyesuaikan dengan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang bisa menjadi nilai tambah untuk seleksi masuk perguruan tinggi.

Wakil Ketua Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), Muryanto Amin, mengatakan, dalam pelaksanaan Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025 masih menggunakan sistem yang lama. Terkait sistem baru, pihaknya masih mengkaji dan akan menyosialisasikan hasilnya sebelum pelaksanaan.

"Apakah dilaksanakan tahun depan, itu nanti akan diumumkan sebelum pelaksanaan berjalan, baik yang untuk TKA maupun yang untuk penjurusan," katanya.

Memudahkan Adaptasi

Rektor Universitas Indonesia (UI), Heri Hermansyah, mengatakan, program studi di perguruan tinggi memiliki ciri dan karakter berbeda sesuai dengan keilmuannya. Menurutnya, ketika siswa sudah terpapar dengan keilmuan sesuai prodi, maka akan memudahkan adaptasi siswa di lingkungan perguruan tinggi.

"Tetapi kalau kemudian belum pernah belajar sama sekali mengenai chemistry tadi, ternyata dia perlu beradaptasi lebih keras juga upayanya," ucapnya.

Dia menyebut, penjurusan SMA bisa mendukung hal tersebut. Dengan demikian, perguruan tinggi bisa fokus dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mahasiswa sehingga menghasilkan sarjana-sarjana yang relevan dengan kebutuhan pembangunan.

"Disitu lah universitas untuk menyesuaikan mahasiswa-mahasiswa terbaik yang masuk ke universitas untuk kemudian diberikan pendidikan dan kemudian di-link and match-kan dengan kebutuhan pada saat mereka bekerja nanti di dunia usaha dan dunia industri di bidang apapun," tuturnya.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Muhamad Ma'rup

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.