Mendiktisaintek Temui Kampus Penyelenggara PPDS, Ini yang Dibahas

Rabu, 23 Apr 2025, 21:08 WIB

JAKARTA - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), menemui kampus penyelenggara Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS). Pertemuan bersama sejumlah rektor dan dekan fakultas kedokteran itu dalam rangka memberi solusi atas masalah-masalah yang terjadi belakangan ini, seperti kasus kekerasan seksual.

"Peristiwa-peristiwa yang telah terjadi sangat memprihatinkan, sebuah ujian yang perlu dijawab dengan bekerja lebih baik. Dalam pelaksanaannya, kami memerlukan bantuan Bapak-Ibu sekalian,” ujar Brian, dalam keterangan resminya, Rabu (23/4).

Ket. Foto: Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menemui kampus penyelenggara Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS). — Sumber: Istimewa

Brian menerangkan, dalam usaha memperbaiki sistem pendidikan kedokteran, pihaknya dan Kementerian Kesehatan membentuk suatu Komite Bersama. Harapannya, Komite Bersama menjadi ruang pertukaran gagasan dan pikiran terkait bidang pendidikan kedokteran dan kesehatan.

Dia juga mendorong para rektor dan dekan fakultas kedokteran penyelenggara PPDS untuk mempercepat program-program yang direncanakan ke depan untuk memperbaiki sistem yang ada, sambil tetap menjaga kualitas program tersebut. Dia yakin bahwa hal ini dapat dicapai apabila diformulasikan bersama.

“Kami dari Kemdiktisaintek akan proaktif, menjadikan Komite Bersama untuk menyempurnakan kebijakan-kebijakan yang ada. Supaya, hal-hal yang menjadi polemik di publik dapat diselesaikan dalam bentuk kebijakan pemerintah,” jelasnya.

Brian mengungkapkan, bersama para rektor dan dekan dalam forum ini, kini mulai menyusun langkah selanjutnya. Tujuannya memperkuat kurikulum dan sistem pendidikan dokter di Indonesia.

“Semoga kolaborasi terus berjalan dan dapat kembali meyakinkan masyarakat terhadap pendidikan kedokteran. Saya yakin, cara meyakinkan yang terbaik adalah melalui aksi nyata,” katanya.

Sebelumnya, Brian menyebut, PPDS jangan hanya melahirkan dokter cerdas. Menurutnya, dokter yang berintegritas dan bermartabat serta menunjung nilai-nilai kemanusiaan juga sangat penting.

"Kita ingin menghasilkan dokter-dokter yang bermartabat yang dengan itu mereka dapat mengabdi kepada masyarakat bangsa dan negara secara jauh lebih baik," ucapnya.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Muhamad Ma'rup

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.