Gunakan APAR untuk Padamkan Api Akibat Korsleting Listrik

Selasa, 22 Apr 2025, 22:05 WIB

Jakarta - Kepala Disaster Risk Reduction Center (DRRC) Universitas Indonesia, Prof. Fatma Lestari menyarankan kepada warga untuk menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) sebagai alternatif untuk memadamkan api bersumber dari korsleting listrik.

"Merujuk statistik, penyebab kebakaran tertinggi adalah korsleting listrik, maka APAR harus ada. Karena ketika terjadi kebakaran karena listrik, kita tidak bisa menggunakan air, sangat berbahaya," kata Fatma di Jakarta, Selasa.

Ket. Foto: Ilustrasi-Latihan penggunaan APAR untuk memadamkan api. — Sumber: Antara

Merujuk data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta, korsleting listrik menjadi penyebab utama kebakaran di wilayah Jakarta dalam dua tahun terakhir yakni pada 2023 dan 2024.

Kebakaran akibat korsleting listrik terjadi 607 kali dari 864 kejadian pada tahun 2023 dan 541 kali dari 789 kejadian kebakaran pada 2024.

Fatma dalam acara "Cegah Kebakaran Mulai dari Rumah: GEMPAR, Aksi Nyata Punya APAR!" juga mengatakan APAR sebaiknya digunakan saat memadamkan api bersumber dari tabung elpiji.

Namun sebelum menggunakan APAR, sebaiknya hentikan dulu kebocoran gasnya. Setelahnya, buka semua jendela dan barulah gunakan APAR.

"Karena gas bahan bakar untuk memasak biasanya juga ada aspek kebakaran karena minyak. Kebakaran karena minyak goreng paling efektif ditangani dengan APAR jenis K (dirancang untuk memadamkan kebakaran yang melibatkan minyak atau lemak yang terbakar," ujar Fatma.

Dia menyarankan penggunaan APAR dan tidak menggunakan karung goni yang dibasahi air atau air untuk memadamkan api yang bersumber dari minyak.

"Kalau dengan adanya air akan memperbesar kebakaran. Dengan karung basah sebetulnya itu berbahaya. Karena di situ ada unsur airnya," ujar dia.

Berbeda dengan kebocoran gas dan korsleting listrik, api yang bersumber dari kertas atau kayu justru lebih mudah dipadamkan menggunakan air.

Dalam kesempatan itu, Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Provinsi DKI Jakarta, Saepuloh, mengatakan APAR memiliki masa kedaluwarsa berbeda-berbeda, tergantung jenisnya.

Adapun jenis APAR antara lain APAR air (water), busa (foam), serbuk kimia (dry chemical powder), dan karbondioksida (CO2).

"Yang di masyarakat yang lebih tepat adalah dengan dry chemical powder. Masa kedaluwarsanya bisa mencapai lima tahun untuk pengisian ulang," kata Saepuloh.

Dia lalu mengingatkan warga untuk menempatkan APAR di lokasi yang mudah dilihat dan dijangkau serta dalam kondisi tergantung.

"Lakukan pemeliharaan, yang serbuk itu harus dibolak-balik minimal tiga bulan sekali. Karena isinya bahan kimia, bahan itu kalau didiamkan terus akan mengalami perubahan bisa mengakibatkan lembap bahkan beku," katanya.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Ones

Berita Terbaru

Bupati Magelang Resmikan Wayang Relief di Borobudur, Inovasi Budaya Angkat Warisan Candi Jadi Karya Modern

SPMB Jabar Tahap 1 Ditutup, Ratusan Ribu Siswa Wajib Daftar Ulang di Sekolah Tujuan

Festival Kuliner Malam Glodok Diserbu Warga, UMKM Kebanjiran Pembeli dan Raup Untung

Amerika Serikat Lolos ke Babak Gugur, Brasil Tampil Meyakinkan di Piala Dunia 2026

Aturan Tak Tertulis Berpakaian Anggota Kabinet, Ternyata Trump Tidak Menyukai Sepatu Coklat

Bintang 'X-Men', Famke Janssen: Marvel Lakukan Kesalahan karena Tidak Memintanya Berperan Kembali sebagai Jean Grey di 'Avengers: Doomsday'

Paraguay Jaga Asa di Piala Dunia 2026, Turki Tersingkir Usai Kekalahan Dramatis

Bagnaia Tak Terbendung di Sprint MotoGP Ceko, Bezzecchi Gagal Finis

Tiongkok Demonstrasikan Kemampuan Serangan Kendaraan Luncur Hipersonik DF-17

Tunisia Hadapi Jepang di Laga Bersejarah Piala Dunia 2026, Debut Renard Jadi Sorotan

PM Italia Meloni Mengumumkan Berhenti Merokok di G7, Para Pemimpin Dunia Ikut Merayakan

Sabet Juara Umum Festival Reog Nasional, Khofifah Beri Penghargaan Tim Kesenian Kyai Lodra

Pesanan TNI-Angkatan Udara Bakal Lebih Cepat Tiba? Turki Majukan Target Mengudara Jet Siluman KAAN

Tak Punya Waktu Nonton Episode Lama, Ini Semua yang Perlu Diketahui Sebelum Rilis 'House of the Dragon' Season 3

Pertamina Gunakan Program CID untuk Bantu Kaum Difabel Berkarya dan Mandiri

PLN: Dua PLTU di Jawa Alami Gangguan, Mati Listrik Bergilir Terjadi Lagi!

PLN Percepat Pemulihan Pembangkit & Pasokan Energi Primer

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.