Gunungsari Madiun Tembus Dunia, Desa Wisata Ini Masuk Nominasi WSIS Prizes 2025, Kok Bisa?

Senin, 21 Apr 2025, 21:48 WIB

MADIUN - Optimalisasi potensi desa sangat penting karena desa adalah fondasi pembangunan nasional. Potensi desa, seperti pertanian, pariwisata, kerajinan, atau sumber daya alam, jika dioptimalkan, bisa menjadi sumber pendapatan masyarakat dan menekan angka kemiskinan.

Ketika potensi desa dimaksimalkan, pendapatan meningkat, akses pendidikan dan kesehatan membaik, dan kualitas hidup warga ikut terangkat. Desa yang mampu mengelola dan mengoptimalkan potensinya bisa menjadi desa mandiri, tak selalu bergantung pada bantuan pemerintah.

Ket. Foto: Paket wisata edukasi manuskrip aksara Jawa yang disuguhkan untuk wisatawan di Desa Wisata Gunungsari, Kabupaten Madiun, Jatim. — Sumber: ANTARA/HO-gunungsaritourism

Desa Wisata Gunungsari di Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun, Jawa Timur berhasil masuk nominasi ajang World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2025, yang diselenggarakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bersama International Telecommunication Union.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Madiun Anang Sulistyono di Madiun, Senin (21/4), mengatakan Pemerintah Kabupaten Madiun memberikan apresiasi atas prestasi yang diraih serta dukungan kepada Desa Wisata Gunungsari tersebut.

"Pemkab Madiun memberikan dukungan mulai pendampingan berupa tim pendamping, penganggaran, serta dukungan by sistem, hingga setelah juara ADWI di tahun 2024, kini berhasil masuk nominasi WSIS. Harapannya, Desa Wisata Gunungsari ini benar-benar bisa go international," ujar Anang.

Sesuai data, pada ajang penghargaan WSIS Prize 2025, Desa Wisata Gunungsari Kabupaten Madiun masuk sebagai nominator melalui dua kategori karya unggulan. Yakni K-trash: Digital Waste Management Cooperative for a Sustainable Indonesia di kategori 12 — AL C7. ICT applications: benefits in all aspects of life — E-environment.

Kemudian, Pundensari Education Culture Electronic Learning Madiun pada kategori 15 — AL C8. Cultural diversity and identity, linguistic diversity and local content.

"Kemarin sudah diumumkan 20 nominator di masing-masing kategori, dan Desa Pundensari masuk di dua kategori," katanya.

Seperti diketahui, World Summit on the Information Society (WSIS) adalah sebuah forum tingkat tinggi dunia, yang didirikan guna mendukung pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDG), dengan mendorong perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Setiap tahun, WSIS Forum mengadakan ajang WSIS Prizes untuk memberikan penghargaan bagi proyek-proyek TIK dari berbagai belahan dunia. Tahun ini, WSIS Prizes mengeluarkan 18 kategori nominasi yang berkaitan dengan TIK.

Sesuai data Kementerian Komunikasi dan Digital RI, tahun ini Indonesia berpartisipasi dengan mengajukan 12 inisiatif solusi digital dalam kontes tersebut. Yakni di antaranya program inklusi ekonomi digital bagi pensiunan pekerja migran dari ICT Watch, program literasi digital Kementerian Komunikasi dan Digital, AI Policy and Skilling Web Center untuk masyarakat digital UGM, Kampung Elektronik Pintar Kepu, dan pemberdayaan masyarakat perdesaan melalui peningkatan literasi digital.

Partisipasi Indonesia dalam ajang WSIS Prizes mencerminkan semangat untuk membangun budaya pemanfaatan teknologi informasi.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.