Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Waduh! Ratusan Siswa SMP di Buleleng Bali Belum Bisa Membaca, Kok Bisa?

📅 Minggu, 20 Apr 2025, 15:15 WIB | Oleh:
Waduh! Ratusan Siswa SMP di Buleleng Bali Belum Bisa Membaca, Kok Bisa? Doc: ANTARA
Ket. Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra merespons tentang ratusan siswa SMP tidak bisa membaca di Buleleng, Jumat (18/4/2025).

BULELENG - Sebanyak 360 siswa Sekolah menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali belum bisa membaca dengan lancar. Hasil temuan Dewan Pendidikan daerah itu. 

Merespons hal ini, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra kemudian membentuk tim untuk menelusuri penyebab ratusan siswa SMP di daerahnya belum bisa membaca.

“Sudah (buat tim) jadi setelah mendapatkan rekomendasi dari Dewan Pendidikan Buleleng langsung bergerak membentuk tim dari guru, pembimbing pengarahan konseling, dan psikolog, jadi untuk mencari tahu apa penyebabnya,” kata dia, Jumat (18/4)

Sutjidra mengatakan selanjutnya tim ini bakal melakukan asesmen penyebab banyaknya siswa usia belasan tahun tidak bisa membaca.

“Sedang diasesmen dan anak-anak yang terindikasi kesulitan membaca dan menulis ini diberikan pengarahan khusus,” ujarnya.

Namun, sejauh ini Pemkab Buleleng membenarkan sekitar 10 persen dari siswa di Bali Utara itu belum bisa membaca, terutama dari Kecamatan Seririt.

Siswa tidak mampu membaca itu telah diupayakan pemerintah sejak tahun lalu, contohnya dari 32 anak di SMPN 1 Seririt yang belum mampu membaca sekarang tersisa 21 anak.

Bupati Buleleng memandang perlu pembelajaran unik bagi siswa yang menginjak remaja ini, namun agar tak salah penanganan dia dan tim ingin mencari tahu penyebab ratusan siswa tidak bisa membaca.

Salah satu indikasinya adalah adanya siswa dengan IQ di bawah rata-rata alias di luar siswa normal yang juga masuk di sekolah-sekolah formal.

Banyaknya siswa SMP di Kabupaten Buleleng belum bisa atau belum lancar membaca disampaikan oleh Dewan Pendidikan Buleleng, yakni lebih dari 360 siswa kesulitan membaca.

Data ini juga telah direspons Gubernur Bali Wayan Koster yang mengambil langkah berkoordinasi dengan bupati setempat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

57 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.