Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penelitian TerKini Ungkap Manfaat Probiotik yang Bisa Bantu Kurangi Emosi Negatif

📅 Minggu, 20 Apr 2025, 17:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Penelitian TerKini Ungkap Manfaat Probiotik yang Bisa Bantu Kurangi Emosi Negatif Doc: ANTARA/Pexels
Ket. Semangkuk yoghurt yang mengandung probiotik.

JAKARTA - Sebuah penelitian terkini menunjukkan bahwa probiotik yang biasanya dikonsumsi untuk kesehatan pencernaan, dapat membantu mengurangi emosi negatif hanya dalam waktu dua pekan.

Dikutip dari Medical Daily pada Rabu (16/4), melalui penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam npj Mental Health Research, para peneliti mencoba menyelidiki efek suplemen probiotik multispesies terhadap suasana hati harian 88 relawan sehat dengan usia rata-rata 22 tahun. Sedangkan sebelumnya sudah diketahui efek positif suplemen probiotik terhadap kesehatan mental.

Selama uji coba, peserta diberi satu sachet campuran probiotik atau plasebo setiap hari selama empat minggu. Campuran probiotik tersebut mengandung campuran beragam dari sembilan jenis bakteri, termasuk Bifidobacterium bifidum, B. lactis, dan berbagai spesies Lactobacillus dan Lactococcus, yang diketahui mendukung kesehatan usus dan emosional.

Sachet plasebo dicocokkan dengan hati-hati dalam hal warna, rasa, dan bau untuk memastikan peserta tidak dapat membedakannya.

Peserta menyelesaikan kuesioner yang terkenal tentang pengaturan emosi sebelum dan sesudah intervensi. Selain itu, peserta menerima pengingat elektronik harian untuk melaporkan suasana hati dan karakteristik tinja mereka menggunakan tautan daring.

Peneliti mencatat bahwa peserta yang mengkonsumsi probiotik mengalami penurunan suasana hati negatif mulai sekitar dua minggu, sedangkan mereka yang mengonsumsi plasebo tidak menunjukkan perbaikan seperti itu.

Temuan ini bertentangan dengan penelitian sebelumnya, yang hanya mengamati efek menguntungkan pada individu dengan masalah suasana hati yang ada.

Berdasarkan hasil saat ini, peneliti berpendapat bahwa probiotik dapat memiliki efek nyata pada suasana hati pada individu yang sehat, meskipun efek ini mungkin lebih mudah dideteksi pada mereka yang sudah mengalami tantangan suasana hati.

Mereka juga mencatat bahwa manfaat ini mungkin tidak mudah ditangkap menggunakan kuesioner suasana hati yang umum digunakan dalam banyak penelitian.

"Ini adalah penelitian pertama yang menerapkan pemantauan suasana hati harian untuk menilai efek probiotik, dan faktanya, pada akhir penelitian selama sebulan, suasana hati negatif mereka tampaknya masih membaik," kata Katerina Johnson, penulis pertama penelitian tersebut kepada Healthline.

Namun, penelitian ini tidak menyarankan agar individu dengan gangguan psikologis menghentikan pengobatan atau terapi dan hanya bergantung pada suplemen. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.