Mendag: Impor Pangan Tambahan dari AS Tak Ancam Swasembada
Minggu, 20 Apr 2025, 09:38 WIBJAKARTA - Impor bisa menutup kekurangan produksi dalam negeri, terutama saat panen gagal atau cuaca ekstrem. Ini penting untuk menjaga pasokan dan mencegah kelangkaan.
Saat harga pangan lokal naik karena stok terbatas, impor bisa menjadi alat untuk menurunkan atau menstabilkan harga di pasar domestik. Impor memungkinkan konsumen mengakses berbagai jenis produk pangan yang mungkin tidak bisa diproduksi lokal, seperti gandum atau buah-buahan subtropis.
Menteri Perdagangan Budi Santoso memastikan rencana impor tambahan beberapa komoditas pangan dari Amerika Serikat (AS) tidak akan mengganggu swasembada pangan nasional.
âEnggak (ganggu swasembada), sama sekali nggak ada, produknya juga berbeda,â ujar Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso di Pelataran Sarinah Jakarta, Minggu (20/4).
Sebagai upaya negosiasi dengan AS, Indonesia berencana meningkatkan impor komoditas pangan, seperti gandum, kacang kedelai, hingga susu kedelai yang sekaligus untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Ia menyebut bahwa kini untuk menantikan saja proses negosiasi dengan AS yang sedang dilakukan oleh tim utusan yang di ketuai oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto .
âKita tunggu aja, kemarin beliau (Airlangga) sampaikan dua bulan harus selesai kan, Jadi kita tunggu aja, kan kita belum tahu namanya negosiasinya kan belum berjalan ya,â ujar Menteri Budi .
Terkait komoditas pangan yang impor akan ditingkatkan, dia belum dapat memberikan informasi kepada publik namun dipastikan semuanya telah dipersiapkan dengan strategi yang matang.
âJadi kalau dari kita sudah mempersiapkan. Saya belum ngomong dulu ya, kami telah persiapkan semua termasuk strategi seperti apa," ujar Menteri Budi.
Sebelumnya, Menko Airlangga Hartarto menjamin bahwa rencana untuk meningkatkan impor komoditas pangan dari AS tidak akan mengganggu program swasembada pangan.
Ia menyebut tentang produk-produk yang akan dibeli dari AS seperti gandum, kacang kedelai, maupun susu kedelai, merupakan produk yang biasa diimpor oleh Indonesia untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Pemerintah Indonesia berencana untuk menambah impor dari AS senilai 18â19 miliar dolar AS, sebagai bagian dari strategi negosiasi tarif timbal balik atau resiprokal Presiden AS Donald Trump.
Airlangga memastikan bahwa barang-barang yang akan dibeli merupakan komoditas yang memang dibutuhkan di dalam negeri dan tidak akan ganggu produksi domestik.
Serta, imbuh dia beberapa barang yang selama ini rutin diimpor dari AS adalah produk agrikultur, antara lain gandum dan kedelai.
- Negosiasi Kebijakan Tarif Trump
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.