PAFI Ungkap Penyebab Nyeri Ulu Hati dan Cara Pengobatannya
Kamis, 17 Apr 2025, 14:08 WIBJAKARTA - Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) pafikabupatenlingga.org aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penyebab nyeri ulu hati, serta rekomendasi obat yang bisa dikonsumsi bagi penderitanya.Â
Berbicara tentang gangguan kesehatan, salah satunya adalah nyeri pada bagian ulu hati. Nyeri yang terjadi di bagian tengah perut, tepatnya di bawah tulang rusuk, dikenal sebagai epigastric pain. Gangguan pencernaan, seperti asam lambung naik hingga peradangan di lapisan esofagus, dapat menyebabkan nyeri ulu hati. Prevalensi nyeri ulu hati terjadi pada wanita hingga 72%, berusia 20-70 tahun.
PAFIÂ adalah salah satu organisasi kesehatan terbesar di Indonesia, yang sangat peduli dengan kesehatan masyarakat. Persatuan Ahli Farmasi Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan profesionalisme dan etika di kalangan ahli farmasi, memastikan bahwa setiap apoteker di Indonesia memiliki standar kualifikasi dan etika yang tinggi dalam praktiknya.
Apa saja faktor penyebab terjadinya nyeri pada bagian ulu hati?
Pada umumnya, nyeri pada bagian ulu hati sering terjadi, dan lebih rentan menyerang remaja hingga wanita dewasa. Nyeri ulu hati tidak bisa dianggap sepele, terutama jika mengalami sesak napas saat melakukan aktivitas sehari-hari. Berikut adalah beberapa faktor penyebab terjadinya nyeri pada bagian ulu hati yang perlu diperhatikan meliputi:
1. Adanya asam lambung naik atau GERD
Asam lambung naik atau GERD adalah salah satu gangguan kesehatan yang umum terjadi di segala usia. Asam lambung yang naik ke kerongkongan dapat menyebabkan iritasi dan nyeri ulu hati. Kondisi ini sering terjadi setelah makan, terutama jika Anda makan berlebihan atau mengonsumsi makanan yang dapat memicu refluks asam, seperti makanan pedas atau berlemak.
2. Tukak lambung
Sebagian masyarakat Indonesia yang mengalami nyeri pada bagian ulu hati, bisa disebabkan oleh tukak lambung. Tukak lambung adalah luka pada lapisan lambung yang disebabkan oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori atau penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) berlebihan. Tukak lambung dapat menyebabkan nyeri ulu hati yang tajam dan dapat memburuk setelah makan.
3. Adanya gastritis
Gastritis merupakan peradangan pada dinding lambung yang dapat disebabkan oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori, konsumsi alkohol berlebihan, atau penggunaan obat-obatan tertentu. Gastritis dapat menyebabkan nyeri ulu hati yang terasa seperti terbakar atau kram.
4. Kondisi medis lainnya
Faktor terakhir yang menyebabkan nyeri ulu hati adalah kondisi medis tertentu. Salah satunya adalah batu empedu. Batu empedu merupakan penyumbatan saluran empedu yang menyebabkan tekanan pada kandung empedu. Batu empedu dapat menyebabkan nyeri ulu hati yang tajam, terutama setelah makan makanan berlemak.Â
Apa saja obat yang tepat untuk mengobati nyeri pada bagian ulu hati?
PAFI (Persatuan Ahli Farmasi Indonesia) telah melakukan penelitian lanjut mengenai penyebab utama dari nyeri di bagian ulu hati. Berikut adalah beberapa jenis obat yang umum digunakan untuk mengurangi gejala nyeri ulu hati serta membantu mengelola kondisi tersebut meliputi:
1. Antasida
Antasida adalah obat yang paling umum digunakan untuk menetralkan asam lambung dan meredakan nyeri ulu hati. Obat ini bekerja dengan cepat untuk mengurangi gejala, tetapi efeknya biasanya tidak bertahan lama. Salah satunya adalah mylanta sirup yang mengandung aluminium hidroksida.Â
2. Proton Pump Inhibitor (PPI)
PPI bekerja dengan mengurangi produksi asam lambung secara langsung. Mereka lebih efektif daripada antasida dan H2 blockers dalam mengatasi kondisi seperti GERD dan tukak lambung. Namun, PPI biasanya diresepkan oleh apoteker karena dapat memiliki efek samping jangka panjang. Beberapa contoh obat golong PPI seperti omeprazole, lansoprazole dan esomeprazole.
3. H2 Blockers
H2 blockers mengurangi produksi asam lambung dengan menghambat reseptor histamin di lambung. Obat ini kurang efektif dibandingkan PPI tetapi lebih aman dan tersedia dalam dosis rendah. Contoh obat H2 blockers adalah ranitidine.
Selain mengonsumsi obat-obatan, beberapa cara lain untuk mengurangi rasa nyeri pada ulu hati adalah istirahat yang cukup serta mengonsumsi minuman hangat. Mengonsumsi air jahe hangat, dapat membantu meredakan nyeri pada bagian ulu hati. Penting untuk selalu berkonsultasi dengan apoteker agar mendapatkan rekomendasi obat serta dosis yang sesuai.
(IKN)
- Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI)
- Nyeri Ulu Hati
Penulis: Tim Redaksi
Berita Terkait:
-
5 Tanaman Obat untuk Nyeri Sendi yang Ampuh dan Terbukti Berdasarkan Penelitian
-
7 Fakta Mengejutkan tentang Efek Samping Konsumsi Herbal Antikanker Berlebihan
-
7 Fakta Unik Khasiat Daun Sirsak vs Daun Kelor untuk Tumor yang Perlu DIketahui
-
7 Cara Mengonsumsi Sarang Semut untuk Tumor, Sebuah Rahasia Herbal Asli Nusantara
-
7 Tanaman Obat untuk Mata Merah dan Iritasi yang Terbukti Ampuh
-
5 Ramuan Herbal untuk Mata Minus dan Silinder yang Terbukti Ampuh
-
7 Fakta Menarik tentang Herbal Pendamping Kemoterapi yang Aman
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.