• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Ngeri! Gara-Gara Gaya Hidu...

Ngeri! Gara-Gara Gaya Hidup, Anak Muda Berisiko Kena Parkinson Lebih Cepat

Kamis, 17 Apr 2025, 21:15 WIB

JAKARTA - Gaya hidup yang kurang baik saat muda bisa berdampak besar bagi kesehatan jangka panjang. Sebab, tubuh menyimpan efek dari kebiasaan sehari-hari, meskipun dampaknya belum langsung terasa.

Sebaliknya, gaya hidup sehat itu seperti investasi jangka panjang. Kalau mulai dari muda sudah dibiasakan, hasilnya bisa dirasakan puluhan tahun ke depan. 

Ket. Foto: Ilustrasi-Gaya hidup sehat itu seperti investasi jangka panjang bagi kesehatan.  — Sumber: Istimewa.

Namun, kalau disepelekan, dampaknya bisa muncul justru saat tubuh mulai melemah, termasuk penyakit parkinson.

Dokter spesialis neurologi dari RS Pusat Otak Nasional dr. Rizka Ibonita Sp.N mengatakan saat ini gejala parkinson sudah banyak ditemukan pada usia muda karena faktor gaya hidup yang kurang baik.

“Banyak begadang, atau konsumsi alkohol, minum-minuman keras terutama dan narkoba, itu langsung otak akan turun fungsinya, hormon berantakan terutama dopamin, sama kalau ada cedera kepala,” kata Rizka dalam diskusi memperingati Hari Parkinson yang diikuti secara daring, Kamis (17/4).

Penyakit Parkinson adalah gangguan neurodegeneratif yang menyerang sistem saraf, khususnya bagian otak yang mengendalikan gerakan. Penyakit ini menyebabkan penderitanya mengalami kesulitan mengontrol gerakan dan keseimbangan tubuh.

Rizka mengatakan, parkinson yang umumnya diidentikkan dengan penyakit di usia 60 tahun karena penyakit degeneratif seperti penuaan alami, penurunan fungsi organ, otak dan sel, kini sudah bergeser pada usia muda yang sering disebut Young-onset Parkinson's disease (YOPD) atau penyakit Parkinson usia muda.

Biasanya parkinson pada remaja muncul karena penggunaan obat-obat anti depresi dari pengaruh lingkungan pergaulan, narkotika, dan obat-obatan yang seharusnya tidak boleh dikonsumsi karena bisa berpengaruh pada kesehatan jangka panjang semakin bertambahnya usia.

Ia mengatakan gejala parkinson pada usia muda biasanya muncul pada usia 20 tahun dengan gejala anggota tubuh gemetar meski sedang istirahat, gejala kaku, gejala lambat atau gangguan keseimbangan.

Selain itu, adanya trauma atau cedera di kepala, riwayat keluarga yang pernah terkena parkinson dan paparan zat kimia industri, meningkatkan risiko gejala parkinson di beberapa tahun mendatang.

“Jadi kalau kepalanya pernah kebentur, atau apalagi kecelakaan kena kepala, biasanya mungkin gejalanya tidak langsung muncul, tapi beberapa tahun kemudian, itu bisa jadi salah satu faktor yang membuat muncul parkinson,” katanya.

Rizka mengatakan jika sudah ada gejala awal seperti mudah lupa, suka berhalusinasi, bahkan jauh sebelum gejala motorik seperti tremor, bisa segera dikonsultasikan sebelum terjadi perburukan.

Rizka menyarankan untuk menjaga gaya hidup sehat sejak muda dengan berhenti merokok, menjauhi obat-obatan, alkohol dan banyak berolahraga dengan durasi 180 menit, konsumsi sayur dan buah agar terhindar dari gejala parkinson di usia muda.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.