Aku Menentukan Waktu Mati: Penulis Anak Kanada Pilih Bunuh Diri Medis Demi Martabat!
Jumat, 19 Sep 2025, 09:52 WIBJAKARTA - Penulis buku anak terkenal dari Kanada, Robert Munsch yang berumur 80 tahun, membuat keputusan yang mengundang perdebatan, ia memilih jalur euthanasia atau yang sering disebut 'bunuh diri medis'.
Robert Munsch yang pada 2021 didiagnosa demensia dan Parkinson mengatakan pilihannya bukan dibuat tergesa-gesa, melainkan hasil perenungan panjang tentang kualitas hidup dan kehendak untuk tidak tersiksa ketika kemampuan komunikasi dan fungsi tubuhnya menurun drastis.
Dalam wawancara yang dikutip berbagai media internasional, Robert Munsch menjelaskan momen yang memantapkan keputusannya, ketika ia mulai benar-benar kesulitan berbicara dan menjalin komunikasi.
Menurutnya, kehilangan kemampuan dasar itu menandai batas antara hidup yang masih bermakna dan hidup yang penuh penderitaan.
Ia menambahkan bahwa pengalaman menyaksikan saudaranya yang menderita amyotrophic lateral sclerosis (ALS) yang berakhir dengan serangkaian intervensi medis untuk memperpanjang hidup juga berperan besar dalam pilihan tersebut.Â
"Melihat orang yang kita sayang dipertahankan hidup lewat alat dan prosedur membuat saya berpikir, biarkan kematian datang secara wajar," ujarnya.
Kanada membuka jalan bagi pilihan ini sejak 2016, ketika euthanasia dilegalkan bagi pasien dengan penyakit terminal yang tak tersembuhkan.
Pada 2021 regulasi diperluas sehingga tak hanya kasus yang nyaris mengancam jiwa, melainkan juga kondisi fisik kronis dan serius yang mengikis kualitas hidup.
Meski demikian, prosedur ini tidak bisa diakses sembarangan, ada rangkaian syarat ketat, usia minimal 18 tahun, kondisi medis yang jelas, permintaan sukarela tanpa paksaan, dan penurunan kemampuan yang permanen dan tidak dapat dipulihkan.
Selain itu, dua tenaga medis independen harus menilai dan memastikan semua syarat terpenuhi, yang memilih juga harus mampu memberi persetujuan aktif pada hari pelaksanaan.
Angka menunjukkan keputusan seperti yang diambil Munsch bukanlah fenomena kecil di Kanada.
Pada 2023, kasus kematian melalui euthanasia menyumbang 4,7 persen dari seluruh kematian di negara itu, mayoritas pasien, sekitar 96 persen dari 15.300 kasus mengalami penyakit serius seperti kanker, yang mana kematian dapat diperkirakan secara medis.
Topik ini menyentuh ranah etika, hukum, dan emosi, antara hak memilih atas tubuh dan hidup sendiri, serta kekhawatiran akan penyalahgunaan atau tekanan sosial terhadap kelompok rentan.
Di sisi lain, isu kesehatan jiwa juga mendapatkan perhatian, depresi dan keinginan untuk mengakhiri hidup adalah sinyal bahaya yang harus ditangani serius.
Jika kamu atau orang terdekat sedang bergulat dengan depresi atau pikiran untuk bunuh diri, carilah bantuan profesional segera, psikolog, psikiater, atau layanan kesehatan jiwa.
Di Indonesia, akses konsultasi online gratis dapat ditemukan di Healing119.id.
Keputusan Robert Munsch membuka kembali perdebatan global tentang batas hak individu, martabat dalam kematian, dan peran negara dalam mengatur akhir hidup.
Robert Munsch memilih menutup bab hidupnya dengan cara yang menurutnya paling manusiawi, sebuah keputusan yang memaksa kita semua mempertanyakan, seberapa jauh kebebasan memilih di ujung hayat itu dapat dan harus diberi ruang?
Redaktur: Alfina Febriyana
Penulis: Alfina Febriyana
Berita Terkait:
-
Apakah Anda termasuk Introvert, Asosial, atau Anti-sosial? Pahami Perbedaan dan Cara Mengatasinya!
-
Pesantren Al Falah Ploso Kediri Putuskan Lebaran Hari Jumat
-
Garuda Indonesia Group Optimalkan Bandara Halim untuk Layanan Penerbangan Citilink
-
Bayern Muenchen Mulai Terancam! Dortmund Menang Dramatis di Kandang Wolfsburg, Selisih Poin Menipis!
-
Hampir Separuh Peserta BPJS Tulungagung Nonaktif, Ternyata Gara-gara Ini
-
Permasalahan Sampah di Lokasi Wisata Pantai Tulungagung
-
Pemulihan kesehatan mental anak pengungsi korban bencana
Berita Terbaru
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.