Martin Odegaard Balik ke Real Madrid, Kini Kapten Arsenal Siap Buktikan Mereka Salah Melepasnya

Rabu, 16 Apr 2025, 08:15 WIB

MADRID – Martin Odegaard kembali ke Santiago Bernabeu bukan sebagai pemain muda penuh harap, melainkan sebagai kapten Arsenal yang siap menyingkirkan mantan klubnya dari Liga Champions. Dengan keunggulan 3-0 atas Real Madrid dari leg pertama perempat final, Odegaard dan The Gunners hanya tinggal selangkah lagi menuju semifinal untuk pertama kalinya sejak 2009.

Momen ini begitu personal bagi Odegaard. Sepuluh tahun lalu, ia gagal menembus skuad utama Real Madrid, meski datang sebagai "wonderkid" penuh sensasi dari klub Norwegia, Stromsgodset. Kini, pada usia 26 tahun, sang gelandang kembali dengan misi: membuktikan Los Blancos telah salah menilainya.

Ket. Foto: Kapten tim Arsenal Martin Odegaard. — Sumber: AFP

“Itu masa yang sulit. Saya bahkan belum cukup umur untuk menyetir. Ayah saya harus mengantar saya latihan tiap hari untuk bermain dengan Isco, Ronaldo, Ramos, Modric, Bale, dan Benzema—seperti mengantar saya ke sekolah,” ujar Odegaard.

Odegaard direkrut Madrid pada tahun 2015, saat mereka masih di bawah kepemimpinan Zinedine Zidane, dan dijanjikan waktu adaptasi bersama tim cadangan. Namun, dengan deretan bintang kelas dunia di skuad utama, peluang bermain Odegaard sangat terbatas.

Pelatih Madrid saat ini, Carlo Ancelotti, mengakui situasi Odegaard kala itu memang sulit. “Waktu dia datang, dia masih sangat muda. Sulit bersaing dengan Ronaldo, Benzema, James Rodriguez. Dia tidak mendapat ruang untuk menunjukkan kualitasnya.”

Setelah dipinjamkan ke Heerenveen dan Vitesse di Belanda, Odegaard akhirnya bersinar di Real Sociedad. Madrid sempat memberinya kesempatan di musim 2020-21, namun menit bermain yang minim membuat sang ayah sekaligus agennya, Hans Erik Odegaard, mendorong anaknya mencari peluang di tempat lain.

Keputusan besar pun diambil. Arsenal meminjam Odegaard, sebelum membelinya secara permanen dengan nilai 35 juta euro (sekitar Rp615 miliar). Di bawah arahan Mikel Arteta, Odegaard menjelma menjadi otak permainan Arsenal dan kini mengenakan ban kapten setelah kepergian Alexandre Lacazette dan Pierre-Emerick Aubameyang.

“Saya mengerti kenapa dulu tak berhasil. Saya terlalu menekan diri sendiri, takut buat kesalahan. Padahal gaya main saya adalah berani ambil risiko, mencari umpan sulit,” aku Odegaard.

Kini, sang maestro lini tengah itu kembali ke Bernabeu sebagai pemain kunci The Gunners. Dengan Arsenal tengah bermimpi menembus final Liga Champions pertama dalam sejarah klub, Odegaard memiliki kesempatan sempurna untuk memberi pesan tegas kepada mantan klubnya: "Saya layak diberi kesempatan."

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.