Gubernur Ahmad Luthfi Tawarkan Kepastian Hukum dan Bebas Premanisme untuk Tarik Investor ke Jawa Tengah
Rabu, 16 Apr 2025, 12:50 WIBJAKARTA â Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) terus membuka lebar-lebar pintu bagi para investor. Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengajak para pelaku industri untuk melakukan bedhol pabrik atau relokasi pabrik ke wilayahnya, dengan jaminan kemudahan perizinan, kepastian hukum, serta bebas dari praktik premanisme.
Ajakan ini disampaikan Gubernur Ahmad Luthfi dalam acara Indonesia Investment Summit yang digelar di Jakarta, Selasa (15/9).
Acara tersebut dihadiri oleh sekitar 100 investor dari lima negara yakni Tiongkok, Malaysia, Singapura, Hongkong, dan Indonesia.
âInvestor harus merasa aman dan nyaman. Tidak boleh ada premanisme, tidak boleh ada yang mengganggu jalannya investasi. Semuanya harus tunduk pada hukum,â tegas Luthfi di hadapan para peserta forum.
Ia menegaskan, sejak dirinya masih aktif di institusi kepolisian, prinsip penegakan hukum terhadap aksi premanisme sudah menjadi prioritas.
Kini, sebagai Gubernur, ia memastikan tidak ada ruang bagi oknum atau ormas yang mencoba menghambat masuknya investasi melalui cara-cara intimidatif.
âKalau ada yang mengganggu, laporkan. Rumah gubernur itu rumah rakyat. Kami akan tangani,â tambahnya.
Gubernur Luthfi juga memaparkan berbagai keunggulan Jawa Tengah sebagai destinasi investasi. Selain jaminan keamanan, Jateng memiliki iklim investasi yang bersahabat, mulai dari kemudahan perizinan berbasis digital, upah buruh yang kompetitif, hingga tersedianya tenaga kerja profesional.
Seluruh proses perizinan, menurutnya, dilakukan secara online sehingga lebih transparan dan efisien. Investor juga bisa memantau langsung progres perizinan yang diajukan.
Apabila terdapat kendala, Luthfi meminta agar dilaporkan agar bisa segera ditindaklanjuti oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng.
Di sisi infrastruktur, Pemprov Jateng terus mendorong pembangunan dan perawatan jalur-jalur strategis untuk mendukung kelancaran distribusi barang dan jasa.
Sementara dari sisi regulasi, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang menargetkan penguatan infrastruktur di 2025 dan swasembada pangan di 2026, disebut Luthfi sebagai fondasi penting bagi investasi jangka panjang.
Sistem pengupahan di Jawa Tengah pun, lanjutnya, dijalankan secara transparan dan bisa dikompromikan melalui mekanisme tripartit antara perusahaan, pekerja, dan pemerintah.
Ketua Asian Trade Tourism and Economic Council (ATTEC), Budiharjo Iduansjah, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan apresiasinya terhadap kesiapan Jateng dalam menyambut kehadiran para investor.
âLahan di Jawa Tengah sangat luas dan potensial. Wilayah ini bisa menjadi rumah bagi berbagai jenis industri,â ujar Budiharjo.
Kegiatan yang diinisiasi oleh ATTEC tersebut memang bertujuan menjembatani kebutuhan investasi antara para pelaku usaha dengan berbagai daerah di Indonesia.
Dengan semua dukungan dan fasilitas yang ditawarkan, Gubernur Ahmad Luthfi berharap Jawa Tengah bisa menjadi magnet baru investasi, sekaligus penggerak pertumbuhan ekonomi nasional dari wilayah tengah Pulau Jawa.
- Tarik Investor
- Kepastian Hukum
- Gubernur Jateng Ahmad Luthfi
- Bebas Premanisme
Redaktur: Sriyono
Penulis: Henri pelupessy
Berita Terkait:
-
Wagub Rano Soroti Soal Pemimpin Masa Depan, Program TELADAN 2026 Resmi Jalan
-
Rig Pertamina Jadi Sumber Listrik dan Harapan Warga Enam Desa di Aceh Tamiang
-
Max Verstappen Frustrasi di GP China: Perubahan Mobil Red Bull Tidak Signifikan
-
Film “SORE: Istri dari Masa Depan” Telah Tayang di Netflix
-
Man City Pesta Gol 4-1 ke Gawang Borussia Dortmund, Foden Curi Perhatian
-
Kawanan Gajah Liar Ditabrak Kereta Ekspres India Saat Menyeberang Rel, 7 Ekor Mati di Tempat
-
Alwi Farhan dan Putri Kusuma Wardani Melaju ke Final Swiss Open 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.