Kemnaker-BGN Tandatangani MoU Penyerapan Tenaga Kerja untuk Program Makan Bergizi Gratis
Selasa, 15 Apr 2025, 11:45 WIBJAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan dan Badan Gizi Nasional menandatangani nota kesepahaman (MoU) tentang âSinergi Program Bidang Ketenagakerjaan dalam Pemenuhan Gizi Nasionalâ sebagai komitmen dukungan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, Makan Bergizi Gratis (MBG).Â
âKemnaker tentu siap komitmen untuk support (MBG/Badan Gizi Nasional) karena prospek program MBG ini mampu menyerap tenaga kerja yang cukup besar,â kata Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli dikutip dari keterangannya di Jakarta, Selasa.
Menaker Yassierli menegaskan bahwa adanya berbagai fasilitas seperti Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) dan Balai Pengembangan Kesempatan dan Perluasan Kerja (BPPK) maupun Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas dapat dioptimalkan dan difungsikan sebagai pusat edukasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
âKemnaker memiliki fasilitas balai-balai yang dapat me-support pelatihan dan sertifikasi tenaga-tenaga yang terlibat. Kami yakin MBG bakal berjalan sukses apabila didukung oleh personal yang memiliki kompetensi standar,â ujar dia.
Yassierli menambahkan jika sinergi itu diharapkan dapat memperkuat agenda pembangunan ketenagakerjaan yang inklusif, responsif terhadap isu gizi, serta mendukung terciptanya tenaga kerja sehat, produktif, dan kompetitif.
Di sisi lain, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan, MBG merupakan program investasi SDM terbesar pemerintah yang memerlukan dukungan tenaga kerja yang masif.
Dengan target 30 ribu SPPG di seluruh Indonesia, MBG diperkirakan mampu menyerap atau menciptakan 1,5 juta lapangan pekerja langsung di sektor penyediaan makanan bergizi.
âSetiap SPPG itu ada tiga pegawai badan fungsional yakni kepala satuan pelayanan (satpel) pemenuhan gizi, ahli gizi dan ahli akuntansi serta para relawan bertugas memasak, memotong, membersihkan dengan total yang bekerja langsung 50 orang,â kata Dadan.
Hingga bulan April 2025 ini, Dadan mengatakan sudah ada 1.072, artinya sudah ada 1.072 kepala SPPG, 1072 ahli gizi, 1072 ahli akuntansi yang sudah beroperasi.Â
âDampak MBG ini banyak ibu rumah tangga (40-45 tahun) yang sebelumnya tak berpenghasilan kini bisa memperoleh gaji Rp2juta per bulan dengan bekerja di SPPG,â kata dia.
Keberadaan SPPG di seluruh Indonesia juga mampu menciptakan 15 wirausaha baru di sektor pangan.Â
Beberapa di antaranya mulai dari pemasok daging, telur, aneka buah-buahan, sayur, tepung, dan susu, serta pengelola minyak jelantah dan limbah/sampah organik.
- Kemenaker
- Badan Gizi Nasional
- Makan Bergizi Gratis (MBG)
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara, Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Ndarboy Gank Meriahkan Pesta Rakyat di Bundaran HI dengan “Kicau Mania"
-
Sampah, Teknologi Pemusnah dan Tersingkirnya Pemulung
-
KMP Mutiara Sentosa II Terbakar, Menhub Janji Evaluasi Total Keselamatan Pelayaran
-
Mahasiswa FIK UI Ajarkan Cuci Tangan kepada 200 Anak Migran Myanmar di Thailand
-
Indonesia Masih Kekurangan Tenaga untuk Sektor Pariwisata
-
Gerhana Matahari Total akan Terlihat di Spanyol, Ilmuwan Berlomba Mengungkap Misteri Matahari
-
Semoga Makin Banyak Dikunjungin Wisatawan, Festival Bunga Jadi Wadah Promosi Pariwisata
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.