Dortmund Jalankan Misi “Impossible”
Selasa, 15 Apr 2025, 06:59 WIBDORTMUND â Borussia Dortmund bersiap menjalani misi nyaris mustahil (impossible) ketika menjamu Barcelona dalam leg kedua perempat final Liga Champions, Rabu (16/4) dini hari WIB di Signal Iduna Park. Kekalahan telak 0-4 di leg pertama membuat tim asuhan Niko Kovac memerlukan keajaiban terbesar dalam sejarah klub untuk lolos ke semifinal.
Barcelona tampil dominan di Camp Nou pekan lalu. Trio Raphinha, Lamine Yamal, dan Robert Lewandowski menghadirkan mimpi buruk bagi pertahanan Dortmund. Lewandowski mencetak dua gol ke gawang mantan klubnya. Sedangkan Raphinha dan Yamal melengkapi pesta gol yang menghidupkan kembali bayang-bayang kejayaan era Messi-Neymar-Suarez.
Raphinha kini bahkan menyamai rekor Lionel Messi sebagai pemain Barcelona dengan kontribusi gol terbanyak dalam satu musim Liga Champions (19). Sebaliknya, Dortmund terpuruk. Tak hanya dibantai empat gol, dia juga harus menghadapi kenyataan bahwa dari 159 tim yang tertinggal empat gol atau lebih di leg pertama fase gugur Liga Champions, hanya satu yang pernah berhasil comeback. Dialah Barcelona saat membalikkan keadaan melawan PSG pada tahun 2017.
Meski akhir pekan lalu Dortmund menahan Bayern Munich 2-2 dalam laga Der Klassiker, performa kandangnya mencemaskan. Dia hanya raih tiga kemenangan dari 12 laga terakhir di Signal Iduna Park. Bahkan, Dortmund juga sudah takluk 2-3 dari Barca di fase grup musim ini di kandang sendiri. Ini menambah panjang rekor enam laga tanpa kemenangan atas klub Catalan itu.
Barcelona datang ke Jerman dengan modal luar biasa. Tak terkalahkan dalam 24 laga sepanjang 2025. Dia baru saja menang 1-0 atas Leganes dan kokoh di puncak klasemen La Liga. Tiket final Copa del Rey sudah di tangan. Supercopa de España telah diamankan. Empat gelar dalam jangkauan.
Hansi Flick, pelatih yang sempat disorot usai kegagalan bersama timnas Jerman, kini berada di ambang memulihkan reputasinya. Setelah membawa Bayern Munich meraih gelar pada tahun 2020, Flick kini berpeluang mencetak sejarah baru bersama Barcelona. Final Liga Champions musim ini akan digelar di Allianz Arena.
âTim ini lapar, bersatu, dan sangat menyenangkan untuk dilatih. Kami ingin terus melangkah,â ujar Flick. Barcelona belum pernah kalah dalam 16 laga tandang terakhir di semua ajang. Di antaranya, kemenangan 4-1 atas Bayern Munich di babak sebelumnya. Dua kemenangan atas Dortmund di fase grup dan perempat final. Keunggulan kolektif dan mentalitas juara mulai kembali terasa dalam skuad Blaugrana, yang kini digerakkan oleh generasi baru bertalenta tinggi.
Di lini depan, duet Raphinha dan Yamal memberikan warna baru. Sedangkan Lewandowski tetap mematikan. Gelandang muda seperti Fermin Lopez juga mulai mengambil alih panggung dari nama-nama senior yang absen seperti Dani Olmo dan Gavi.
Dortmund sendiri harus kehilangan Marcel Sabitzer dan Nico Schlotterbeck akibat cedera, meski Pascal Gross kembali dari skorsing. Kovac disebut akan meninggalkan formasi tiga bek dan kembali ke pola 4-2-3-1 yang lebih ofensif, dengan harapan bisa mengejar defisit besar. âKami realistis, tapi tidak akan menyerah sebelum peluit akhir berbunyi,â tegas Kovac.
Sementara itu, Barcelona akan kehilangan Alejandro Balde karena cedera hamstring. Gerard Martin diperkirakan menggantikannya di sektor kiri pertahanan. Kiper utama Marc-Andre ter Stegen juga masih absen, begitu pula Marc Casado dan Marc Bernal.
Ke Jalur Elite
Kemenangan di Dortmund akan menandai pencapaian tertinggi Barcelona setelah era Lionel Messi. Setelah bertahun-tahun diwarnai krisis finansial dan kekalahan memalukan, termasuk dihajar 2-8 oleh Bayern yang saat itu dilatih Flick, Barcelona kini tampak bangkit.
Sejak mengangkat trofi terakhir Liga Champions di Berlin pada tahun 2015, Blaugrana hanya sekali menembus semifinal. Kini, peluang itu terbuka lebar, dan lebih dari itu, dia tampil sebagai unggulan kuat untuk kembali ke final.
Bagi para pendukung Dortmund, harapan mungkin tinggal seberkas. Namun sejarah pernah mencatat keajaiban. Direktur olahraga Lars Ricken, pencetak gol ke gawang Juventus di final 1997, mengatakan, âKami butuh keajaiban terbesar dalam sejarah klub ini.â
Meski langit Jerman tak menjanjikan banyak bintang untuk laga kali ini, di sepak bola, keajaiban selalu punya tempat. Tinggal apakah Dortmund bisa menemukannya. ben/AFP/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Liga Champions, PSG Kontra Muenchen Hasilkan 9 Gol
-
Hasil Liga Champions: Arsenal ke final Liga Champions setelah singkirkan Atletico 1-0
-
Tim-tim Besar Italia Absen di Liga Chamions, Termasuk AC Milan
-
Arteta vs Luis Enrique: Sahabat Lama, Rival di Final Liga Champions
-
Liga Champions, Gulung Muenchen, PSG Tantang Arsenal di Final, Berpeluang Juara Lagi
-
Semifinal Liga Champions: PSG Bakal Hadapi Muenchen, Atletico Kontra Arsenal
-
Final Liga Championa, Perkiraan Susunan Pemain Arsenal dan PSG
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.