Danlanud Balikpapan: Pembangunan Pertahanan Pintar IKN Terus Berjalan

Selasa, 15 Apr 2025, 03:09 WIB

BALIKPAPAN - Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Dhomber Balikpapan, Kolonel Penerbang Fata Patria menegaskan pembangunan sistem pertahanan pintar Ibu Kota Nusantara (IKN), di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), terus berjalan.

“Pembangunan sistem pertahanan pintar (smart defense system) mencakup penguatan infrastruktur pertahanan udara,” ungkap Fata Patria di Kota Balikpapan, Provinsi Kaltim, beberapa hari lalu.

Ket. Foto: — Sumber: Antara

TNI AU telah menyiapkan alat sensor pengawasan (surveillance), seperti radar, yang menjadi mata di udara untuk memayungi seluruh wilayah IKN, juga pemasangan sistem pertahanan udara terintegrasi.

Dia menjelaskan sistem pertahanan pintar memadukan hard power dan soft power. Dari sisi hard power, TNI AU fokus pada pembangunan infrastruktur seperti radar dan sistem gelar kendali udara.

Sementara dari sisi soft power mengacu pada slogan KSAU “Ampuh”, TNI AU menggandeng masyarakat sekitar untuk mendukung pembangunan. “Kami juga akan menempuh jalur diplomasi dengan pihak luar,” tambahnya.

Dia menyampaikan sistem pertahanan pintar di IKN tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat. Paling cepat sistem itu bisa terealisasi dalam lima tahun dengan dukungan anggaran yang memadai.

Menurut dia, pembangunan sistem pertahanan udara tidak bisa diselesaikan dalam hitungan bulan atau satu tahun saja.

TNI AU berupaya menjalankan rencana sesuai pola yang ada, kendati percepatan tampaknya sulit dilakukan.

Melalui sistem pertahanan pintar tersebut TNI berkomitmen mendukung pembangunan IKN dengan menjaga kedaulatan udara. Lanud Dhomber yang menjadi lanud terdekat dengan IKN merupakan basis utama dalam persiapan pembangunan IKN.

Adapun pembangunan infrastruktur dan sistem pertahanan udara di IKN masih menunggu arahan serta kebijakan dari pemerintah pusat dan Mabes TNI AU. Kemudian TNI AU melakukan persiapan khusus menyambut rencana Presiden berkantor di IKN.

“TNI AU merencanakan membangun sub-data sementara Mabes AU di IKN, lengkap dengan kantor Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), kantor para asisten, dan perangkat pendukung lainnya, sebagai langkah awal,” kata Fata Patria.

Sementara itu, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyatakan pembangunan fisik Bandara Ibu Kota Nusantara (IKN) telah rampung dan siap beroperasi secara non-komersial.

“Bandara IKN (Ibu Kota Nusantara) tuh setahu saya udah jadi ya,” kata Menhub ditemui awak media seusai Halal Bihalal dan Evaluasi Angkutan Lebaran 2025 di Jakarta, Sabtu.

Menhub menyatakan Bandara IKN telah berhasil diuji coba untuk proses pendaratan dan lepas landas, sehingga saat ini tinggal menunggu waktu untuk segera difungsikan secara operasional.

“Kemarin kan terakhir sudah pernah dicobakan untuk tes pendaratannya, take-off, landingnya kan. Tinggal mau difungsikan aja sih,” ujar Menhub.

Ia menyebutkan landasan pacu (runway) Bandara IKN mencapai 3.000 meter dengan lebar 45 meter. Bandara tersebut ketika dioperasikan bersifat terbatas atau tidak digunakan untuk penerbangan komersial.

“Itu kan khusus. Sementara khusus. Kan kemarin untuk penggunaan yang sifatnya non-komersial,” tutur Dudy.

Kendati demikian, Menhub belum bisa memastikan kapan bandara tersebut bisa beroperasi secara formal melayani penerbangan non-komersial. “Kalau peresmian sih saya belum tahu rencananya kapan ya. Sekarang kita fokusnya untuk penyelesaian aja sih,” ucapnya.  Ant/S-2

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.