Bulog Serap 1 Juta Ton Gabah Petani

Selasa, 15 Apr 2025, 01:00 WIB

Jakarta - Sekretaris Perusahaan Perum Bulog Arwakhudin Widiarso mengatakan hingga pertengahan April 2025, penyerapan gabah petani di dalam negeri telah mencapai 1 juta ton setara beras untuk penguatan cadangan beras pemerintah (CBP).

"Penyerapan gabah dan beras memanfaatkan momentum panen raya di bulan April ini, dimana per hari ini (14/4) Bulog telah mencapai angka penyerapan sebanyak 1 juta ton setara beras," kata Arwakhudin di Jakarta, Senin (14/4).

Ket. Foto: Ketahanan Pangan I Wamendagri Dorong Daerah Sukseskan Swasembada — Sumber: Sumber: Bulog – Litbang KJ/and/ones

Seperti dikutip dari Antara, Arwakhudin menyampaikan, Bulog terus melaksanakan penugasan oleh pemerintah dalam upaya mewujudkan swasembada pangan nasional dengan memaksimalkan penyerapan gabah petani.

"Capaian dalam minggu di minggu ke-2 bulan April ini atas strategi yang dijalankan oleh Perum Bulog mulai dari membentuk tim jemput gabah untuk turun langsung ke sawah dan melakukan penyerapan langsung gabah kering petani," ujarnya.

Selain itu, Bulog juga melakukan kerja sama melibatkan para penggilingan padi baik dengan skala besar maupun kecil untuk dapat melakukan penyerapan beras secara langsung.

"Maupun kerja sama dalam pengolahan gabah kering petani dan yang ketiga tentunya dengan bantuan stakeholders seperti dari Dinas Pertanian setempat," tuturnya.

Bulog juga bersinergi dengan penyuluh pertanian hingga Babinsa untuk selalu berkoordinasi dalam melakukan monitoring titik panen yang membuat kegiatan penyerapan gabah/beras menjadi lebih optimal di tiap wilayah masing-masing.

"Dengan sudah terserapnya gabah beras tahun ini sebanyak 1 juta ton setara beras atau lebih ini semakin memperkuat stok cadangan beras pemerintah atau CBP," katanya pula.

Lebih lanjut, dia menyebutkan hingga saat ini stok beras di gudang Bulog telah mencapai lebih dari 2,5 juta ton, bahkan di beberapa daerah gudang Bulog sudah penuh sehingga pihaknya melakukan kerjasama dengan pemangku kepentingan lainnya untuk melakukan penyewaan unit gudang untuk menyimpan komoditi hasil sarapan kami.

Dalam momentum musim panen raya, dia mengaku jika Bulog akan terus mengoptimalkan penyerapan gabah beras sebanyak mungkin sesuai dengan penugasan dari pemerintah.

"Semakin banyak Gabah Kering Panen dari Petani yang terserap, maka semakin banyak petani yang mendapatkan harga yang baik dalam penjualan ke Bulog," ucapnya. 

Akselerasi dan Bersinergi

Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mengajak Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah agar melakukan akselerasi dan bersinergi untuk menyukseskan program swasembada pangan.

Dalam keterangannya di Jakarta, Senin, Bima mengatakan pemerintah pusat terus bekerja keras untuk mewujudkan program tersebut, baik melalui komitmen mendorong penyerapan gabah petani, mendukung ketersediaan pupuk, maupun membangun infrastruktur irigasi pertanian.

"Dari pusat komitmennya sangat kuat, pak. Untuk memastikan bahwa Bulog ini juga bisa menyerap (hasil panen petani). Tapi itu semua enggak ada artinya kalau tidak didukung oleh kepala daerah," kata Bima pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Sulteng Tahun 2026 di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sulteng, Kota Palu, Senin.

Ia mengatakan saat ini ada beberapa kepala daerah yang belum memahami dengan baik program swasembada pangan.

Untuk itu, Wamendagri mendorong para gubernur, bupati, dan wali kota untuk rajin mengecek kondisi yang terjadi di lapangan, meliputi pengecekan ketersediaan pupuk, serapan gabah petani, hingga progres pembangunan irigasi pertanian.

Menurutnya, salah satu kunci suksesnya program swasembada pangan adalah kerja sama yang baik dari para gubernur, bupati, dan wali kota.

Redaktur: Andreas Tanjung

Penulis: Muhamad Ma'rup

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.