Pancarkan Warna Kemerahan, Bunga Raflesia Langka Bakal Mekar di Agam

Senin, 14 Apr 2025, 19:08 WIB

LUBUK BASUNG - Sebanyak dua individu bunga raflesia jenis langka, tuan-mudae, bakal mekar sempurna di kawasan Cagar Alam Maninjau, di Marambuang, Nagari (Desa) Baringin, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, beberapa hari ke depan.

Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat Ade Putra di Lubuk Basung, Senin, mengatakan bunga raflesia jenis langka ini bakal mekar sekitar satu pekan ke depan.

Ket. Foto: Petugas BKSDA Sumbar sedang berada di dua individu bunga Rafflesia tuan-mudae, Senin (14/4). — Sumber: ANTARA/Yusrizal

"Perigon bunga langka ini sudah terbuka dan perigon sudah memancarkan warna kemerahan," katanya.

Ia mengatakan hal ini kejadian langka karena dua individu bunga itu bakal mekar secara bersamaan dengan jarak hanya sekitar satu meter.

Bagi pengunjung yang ingin melihat secara langsung, katanya, disilakan terlebih dahulu mengurus Surat Izin Memasuki Kawasan Konservasi (Simaksi) ke BKSDA Sumbar di Padang.

"Pengunjung ingin melihat silakan urus Simaksi, karena lokasi tumbuhnya bunga Rafflesia tuan-mudae merupakan kawasan Cagar Alam Maninjau. Jarak tempuh perjalanan hanya 15-20 menit dari pemukiman terdekat warga,," katanya.

Ia mengatakan bunga langka dan dilindungi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 sebagaimana telah diubah menjadi Undang-Undang 32 Tahun 2024 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya pertama kali ditemukan pada 2017 saat warga sekitar sedang mencari sumber air Pamsimas.

Setelah mendapat laporan itu, petugas BKSDA Sumbar mendatangi lokasi dan melihat bahwa bunga raflesia itu jenis langka.

Setelah itu, BKSDA Sumbar memastikan bunga tersebut ke ahli raflesia dari Universitas Bengkulu, Prof Dr Agus Susatya. Ahli tersebut melakukan penelitian dan uji laboratorium.

"Prof Dr Agus Susatya menyimpulkan bukan jenis arnoldii, tetapi tuan-mudae," katanya.

Pada awal 2020, bunga Rafflesia tuan-mudae itu mekar terbesar di dunia dengan diameter 111 centimeter.

"Mekarnya bunga tersebut dipublikasikan oleh media di 32 negara," katanya. Ant

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.