Menanti Petunjuk Baru The Fed Awal Pekan

Senin, 14 Apr 2025, 12:05 WIB

JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperkirakan bergerak fluktuatif pada awal pekan ini. Pergerakan rupiah bakal dipengaruhi fokus investor yang beralih ke kebijakan moneter Amerika Serikat (AS), seiring adanya ketidakpastian kebijakan ta­rif dari pemerintah setempat.

Pengamat mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjang­ka Ibrahim Assuabi melihat investor akan mencari sinyal dari The Fed tentang kebijakan pemangkasan suku bunga di tengah anjlok­nya yield US Treasury, pelemahan dollar AS, dan pasar saham yang jeblok akibat kebijakan tarif impor Presiden AS Donald Trump.

Ket. Foto: — Sumber: IST

Karenanya, Ibrahim memproyeksikan kurs rupiah terhadap dol­lar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Senin (14/4), bergerak fluktuatif di kisaran 16.740-16.800 rupiah per dollar AS.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan, Jumat (11/4), di Jakarta menguat sebesar 28 poin atau 0,16 persen dari sehari sebelumnya menjadi 16.796 rupiah per dollar AS.

Ibrahim menilai penguatan kurs rupiah dipengaruhi data in­flasi bulanan Amerika Serikat (AS) yang menurun. Tercatat, in­flasi bulanan AS melemah dari sebelumnya 0,2 persen month to month (mtm) menjadi minus 0,1 persen (mtm). Begitu pula de­ngan inflasi tahunan yang turun dari sebelumnya 2,8 persen year on year (yoy) menjadi 2.4 persen (yoy).

“(Ini) mendorong (ekspektasi) Federal Reserve akan memang­kas suku bunga lebih cepat, terutama di tengah meningkatnya te­kanan ekonomi dari perang dagang,” katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.