Catatan Mengkhawatirkan soal Kriminalitas di Bantul selama Lebaran: Naik Pesat
Minggu, 13 Apr 2025, 20:55 WIBBANTUL â Operasi Ketupat Progo 2025 resmi berakhir dengan catatan yang cukup mengkhawatirkan. Polres Bantul melaporkan peningkatan tajam pada kasus kriminalitas dan kecelakaan lalu lintas dibanding pelaksanaan operasi serupa tahun lalu. Secara keseluruhan, gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tercatat naik 35,29 persen dibanding tahun 2024.
Selama 17 hari pelaksanaan operasi, tercatat 23 kasus gangguan kamtibmas, meningkat dari 17 kasus pada tahun sebelumnya. "Mayoritas kasus yang ditangani adalah pencurian dengan pemberatan (curat) sebanyak lima kasus. Disusul kasus penggelapan dan penganiayaan, masing-masing empat kasus," terang AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana, Kasi Humas Polres Bantul, akhri pekan kemarin.
Laka Lantas Meningkat, Kecelakaan Laut Muncul
Kecelakaan lalu lintas juga mengalami kenaikan sebesar 10 persen. Dari 70 kasus pada 2024, jumlah kecelakaan di tahun ini meningkat menjadi 77 kasus. Dalam periode tersebut, petugas mencatat dua pelanggaran yang dikenai tilang serta memberikan 640 teguran kepada pengendara yang melanggar aturan lalu lintas.
Yang mencolok, tahun ini juga tercatat empat insiden kecelakaan laut yang sebelumnya tidak ditemukan dalam catatan Operasi Ketupat 2024. Dari kejadian tersebut, lima korban berhasil diselamatkan, sementara satu korban lainnya masih dalam pencarian. âIni menjadi perhatian khusus kami, mengingat laut sebelumnya relatif aman,â ujar Jeffry.
Kunjungan Wisata Turun 17 Persen
Berbeda dari sektor keamanan yang menunjukkan lonjakan angka, sektor pariwisata justru mengalami penurunan. Total wisatawan yang datang ke Bantul selama masa operasi turun dari 204.247 pengunjung di tahun 2024 menjadi 174.571 pada 2025 â merosot sekitar 17 persen. Belum ada keterangan resmi mengenai penyebab pasti penurunan ini.
Kapolres Apresiasi Sinergi Masyarakat
Kapolres Bantul, AKBP Novita Eka Sari, menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat, Forkopimda, serta tokoh-tokoh lokal yang telah berperan aktif dalam menjaga stabilitas wilayah selama pelaksanaan operasi. âIni keberhasilan kolektif. Kami sangat menghargai semangat kebersamaan warga Bantul,â tuturnya.
Meski operasi telah berakhir, Novita menegaskan bahwa patroli dan pengawasan akan tetap dilanjutkan, terutama di titik-titik yang rawan dan ramai dikunjungi pasca-Lebaran seperti pusat perbelanjaan dan lokasi wisata. âKami ingin memastikan rasa aman tetap terjaga,â tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak lengah dalam menjaga ketertiban lingkungan. âKeamanan bukan hanya tugas aparat, tapi tanggung jawab kita bersama. Mari terus jalin silaturahmi dengan damai dan saling menjaga,â pungkas Novita.
Redaktur: Eko S
Penulis: Eko S
Berita Terkait:
-
Serat Palilah Diserahkan, Warga Pedak Baru Bantul Dapat Kepastian Tinggal
-
Hadapi Ancaman El Nino, Mentan Santai: Indonesia Sudah Punya Pengalaman
-
Efisiensi Jadi Kunci, Bos PHE Buka-bukaan Strategi Investasi Migas di Tengah Geopolitik Panas
-
IPN Gandeng Unhas dan Perusahaan Tiongkok, Targetkan Produksi Padi 12 Ton per Hektare
-
Perlu Antisipasi Dini Risiko Stagflasi Global
-
Bantul Perkuat Koperasi Merah Putih Lewat Kebijakan dan Sistem Digital
-
Pengelola: Kunjungan ke Kota Tua Jakarta Tembus Puluhan Ribu selama Libur Lebaran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.