Disdikpora Cianjur Targetkan Perbaikan Sekolah Rusak Tahun Ini
Jumat, 11 Apr 2025, 19:31 WIBCianjur - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Cianjur, Jawa Barat menargetkan bangunan sekolah yang rusak berat akibat bencana alam dan lapuk dimakan usia diperbaiki tahun ini, seperti SDN Majumulya di Kecamatan Sindangbarang.
Kepala Disdikpora Cianjur Ruhli Solehudin di Cianjur, Jumat, mengatakan pihaknya sudah mendapatkan laporan terkait puluhan siswa di Kecamatan Sindangbarang terpaksa belajar di teras sekolah karena dua bangunan kelas ambruk akibat lapuk dimakan usia.
"Kami targetkan di tahun ini minimal pada perubahan anggaran dapat dilakukan perbaikan sekolah yang rusak berat dengan prioritas akibat bencana alam dan lapuk dimakan usia agar proses belajar mengajar kembali normal," katanya.
Saat ini, tutur dia, lebih dari 100 ruang kelas yang ambruk dan rusak berat akibat bencana alam selama 2025 dan 1.200 ruang kelas yang rusak berat dan belum mendapat bantuan perbaikan di tahun 2024 akan mendapat bantuan secara bertahap.
Pihaknya akan meminta bantuan anggaran dari pemerintah provinsi dan pusat guna menuntaskan perbaikan ribuan ruang kelas yang rusak.
"Kalau total yang rusak dengan berbagai kriteria mungkin lebih dari 1.200 ruang kelas, namun kita berupaya melakukan perbaikan agar setiap tahun jumlahnya terus berkurang," katanya.
Kepala SDN Majumulya Agus Rahadian mengatakan dua ruang kelas yang sejak beberapa tahun rusak masih dipaksakan untuk proses belajar mengajar siswa kelas 5 dan 6, namun dua hari lalu ambruk karena lapuk dimakan usia.
Beruntung saat ruang kelas ambruk proses belajar sedang libur sehingga tidak ada korban jiwa atau siswa yang tertimpa, sehingga proses belajar mengajar untuk sementara terpaksa dilakukan di teras sekolah.
"Siswa kelas 5 dan 6 terpaksa belajar di teras karena ruang kelas lain yang tersedia digunakan untuk kegiatan belajar untuk siswa kelas 1 sampai 4, selama ini kami memiliki enam ruangan, satu ruang guru dan lima ruangan untuk kelas," katanya.
Dia menjelaskan saat ini hanya tersisa empat ruangan di mana salah satu ruangan kelas dalam kondisi rusak namun masih dipaksakan untuk dipakai belajar mengajar siswa kelas 3 dan 4 dengan disekat.
"Kami berharap pembangunan dapat segera dilakukan karena kasihan sekitar 26 siswa dari total 78 siswa terpaksa menjalani proses belajar mengajar di teras, terlebih ketika hujan turun mereka cukup kesulitan untuk konsentrasi," katanya.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara, Ones
Berita Terkait:
-
Ketua RT di Blora Nekat Melintasi Jalan Cor Basah, Videonya Viral dan Berujung Laporan Polisi
-
Dinas Pendidikan Cianjur Telah Gelontorkan Rp106 Miliar untuk Perbaikan 83 Sekolah
-
Sekolah Rusak Parah, Pemkab Sampang Siasati KBM Secara Bergantian di SDN Pangelen 1
-
Banjir Rendam 12 RT dan Empat Ruas Jalan di Jakarta Barat
-
Ruang kelas sementara siswa terdampak erupsi Semeru
-
Mendes Yandri dan 15 CEO Asal Inggris Bahas Percepatan Listrik Desa
-
Prabowo Saksikan Kemitraan Danantara–Arm, Dorong Inovasi Teknologi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.