Harapan Terakhir Setan Merah

Kamis, 10 Apr 2025, 06:53 WIB

PARIS - Manchester United akan melanjutkan perjuangan terakhiruntuk menutup musim yang suran dengan sebuah trofi saat bertandang ke markas Olympique Lyonnais dalam laga leg pertama perempat final Liga Europa, Jumat (11/4) dini hari WIB.

Pertandingan ini menjadi perjumpaan perdana kedua tim di ajangLiga Europa, meski sejarah mencatat empat duel di Liga Champions. Terakhir musim 2007-2008 ketika MU menyingkirkan Lyon, yang akhirnya keluar sebagai juara.

Ket. Foto: Gelandang Manchester United Alejandro Garnacho — Sumber: Oli SCARFF / AFP

Kini, nasib klub berjuluk Setan Merah jauh berbeda. Posisi ke-13 di klasemen Liga Inggris. Hasil imbang tanpa gol melawan Manchester City akhir pekan lalu, hanya mempertegas keterpurukan skuad asuhan Ruben Amorim.

“Kami tahu ekspektasi pendukung sangat tinggi. Mereka berhak untuk itu. Tapi saya tetap yakin sedang bergerak ke arah yang benar. Liga Europa adalah prioritas sekarang, tidak boleh lengah,” ujar Amorim.

MU datang ke Lyon dengan catatan belum terkalahkan di kompetisi Eropa musim ini (6 menang, 4 seri). Ini termasuk kemenangan agregat 5-2 atas Real Sociedad di babak 16 besar. Bruno Fernandes menjadi pahlawan dengan mencetak hat-trick di leg kedua bulan lalu.

Namun, dari 31 laga di Liga Inggris, MU hanya mengoleksi 38 poin. Target empat besar sudah lama menghilang, dan kini hanyatrofi Liga Europa yang bisa menyelamatkan MU musim ini.

Di sisi lain, Lyon tengah dalam tren kebangkitan. Usai menjalani tujuh laga tanpa kemenangan pada bulan Januari, klub berjuluk Les Gones bangkit dan memenangi enam dari tujuh pertandingan terakhir, termasuk kemenangan 2-1 atas Lille akhir pekan lalu.

Dari empat pertemuan, Lyon belum pernah menang melawan MU dan selalu gagal mempertahankan keunggulan saat bermain di kandang pada tahun2004 dan 2008. Mereka juga kalah dalam tiga laga terakhir dua leg melawan klub asal Inggris.

Kondisi Tim

Kekuatan Lyon kini bertumpu pada kreativitas Cherkiyang musim ini mencatatkan 9 gol dan 18 assistserta kombinasi pengalaman Matic dan Tolisso di lini tengah. Di sisi MU, keraguan masih menyelimuti kondisi Mainoo dan De Ligt, sementara Luke Shaw baru pulih dari cedera panjang.

Alejandro Garnacho yang hanya mencetak satu gol dalam 27 laga terakhir diperkirakan tetap menjadi andalan di lini depan, sementara Amorim mempertimbangkan untuk merotasi antara Rasmus Hojlund dan Joshua Zirkzee sebagai penyerang utama.

“Saya ingin pemain bermain dengan kepala dingin, tapi hati yang menyala. Kami tahu ini bukan sekadar pertandingan. Ini mungkin satu-satunya jalan tersisa bagi kami musim ini,”ujar Amorim. ben/AFP/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.