Suhu Global Dekati Titik Tertinggi Sepanjang Sejarah

Rabu, 09 Apr 2025, 02:30 WIB

PARIS - Pemantau iklim Eropa pada Selasa (8/4) melaporkan bahwa suhu global telah mencapai titik tertinggi sepanjang sejarah pada Maret lalu.

“Di Eropa, Maret lalu adalah bulan terpanas yang pernah tercatat yang menyebabkan curah hujan ekstrem dan kondisi di seluruh benua menghangat lebih cepat daripada benua lainnya,” kata Layanan Perubahan Iklim Copernicus.

Ket. Foto: Sejumlah warga Prancis melakukan aktivitas lari santai di tepian Sungai Seine, Paris, saat cuaca terik beberapa waktu lalu. Pemantau iklim Eropa melaporkan bahwa Maret lalu adalah bulan terpanas yang pernah tercatat di kawasan Eropa. — Sumber: AFP/Kiran RIDLEY

Sementara itu, dunia mengalami bulan Maret terpanas kedua berdasarkan kumpulan data Copernicus, mempertahankan rekor suhu yang hampir tak terputus atau hampir memecahkan rekor yang telah berlangsung sejak Juli 2023.

Para ilmuwan memperingatkan bahwa perubahan iklim bukan hanya tentang meningkatnya suhu, tetapi efek lanjutan dari semua panas tambahan yang terperangkap di atmosfer dan lautan oleh gas rumah kaca. Laut yang lebih hangat berarti penguapan yang lebih tinggi dan kelembaban yang lebih besar di atmosfer, menyebabkan banjir yang lebih besar dan memberi energi pada siklon, tetapi juga mempengaruhi pola curah hujan global.

Para ilmuwan mengatakan periode saat ini kemungkinan merupakan periode terhangat di Bumi selama 125.000 tahun terakhir. SB/CNA/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: CNA, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.