Masa Depan Pi Network Berintegrasi ke Telegram

Rabu, 09 Apr 2025, 10:39 WIB

Pi Network kini telah terintegrasi dengan dompet crypto milik Telegram, yang berpotensi membuka akses ke basis pengguna baru yang sangat besar.CEO Telegram, Pavel Durov, menyatakan bahwa aplikasi pesan ini telah mencapai lebih dari 1 miliar pengguna aktif bulanan pada tahun 2025.

Dengan integrasi ini, pengguna Telegram kini dapat membeli token PI langsung melalui dompet crypto dalam aplikasi tersebut. Meskipun hal ini meningkatkan visibilitas token PI, namun Pi Network masih belum tercatat di bursa crypto tier-1 seperti Binance dan Coinbase padahal kehadiran di bursa besar tersebut dapat meningkatkan kredibilitasnya di pasar.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Pi Networksebelumnyahanya ada pada aplikasi pertambangandan belum terlisting kedalam platform trading crypto secara resmi. Hingga kini, terobosan PI baru merambah ke dalam Telegram, dan itupun masih bersifat penambangan. Proyek ini terlihat agak meragukan untuk kedepannya, akan tetapi melihat antusias pengguna telegram akan mining PI ini, masih dapat dikatakan bahwa PI memiliki potensi besar.

Pada saat publik sudah jauh profit dari trading bitcoin, meninggalkan PI jauh dibelakang. Analisa dan prediksi analis crypto masih menunjukkan optimisme akan keberadaan coin PI. Kita tunggu perkembangan PI selanjutnya.

Apa Itu Pi Network?

Dikutip dari Pintu Edukasi, Pi Network adalah proyek cryptocurrency yang diluncurkan pada 14 Maret 2019 oleh sekelompok lulusan Stanford University. Pi Network memungkinkan pengguna untuk menambang koin Pi langsung dari ponsel mereka tanpa menguras baterai atau menggunakan daya komputasi yang besar. Ide utama di balik Pi Network adalah menciptakan mata uang digital yang terdesentralisasi dan ramah lingkungan.

Pi Network, juga secara resmi telah meluncurkan Open Network pada 20 Februari 2025. Langkah ini menandai transisi dari fase Enclosed Mainnet yang dimulai pada Desember 2021, menuju ekosistem yang lebih terbuka dan terhubung dengan platform eksternal. Dengan lebih dari 19 juta pengguna yang telah terverifikasi identitasnya, Pi Network kini siap memasuki tahap baru dalam perjalanannya.

Cara Kerja Pi Network

Berbeda dengan Bitcoin yang menggunakan mekanisme Proof of Work (PoW) yang memerlukan komputasi intensif, Pi Network menggunakan algoritma konsensus yang dikenal sebagai Stellar Consensus Protocol (SCP). Dengan SCP, pengguna cukup masuk ke aplikasi Pi Network setiap hari dan mengaktifkan tombol mining untuk mendapatkan koin Pi. Proses ini tidak menguras daya perangkat karena tidak melibatkan pemecahan teka-teki matematika yang rumit.

Sistem Pi Network mengandalkan mekanisme proof-of-stake dan proof-of-consensus. Hal ini membuat proses penambangan sangat ringan dan tidak membebani perangkat handphone yang digunakan. Keunikan ini menjadi daya tarik utama Pi Network, menarik jutaan pengguna global. Namun, popularitasnya tidak menjamin kesuksesan di masa depan. Nilai intrinsik Pi Coin saat ini masih terbatas karena belum diperdagangkan secara luas, penggunaannya masih terbatas dalam ekosistem internal aplikasi.

Peran Pengguna di Pi Network

Pi Network membagi penggunanya ke dalam beberapa peran utama:

  1. Pioneer: Pengguna biasa yang mengaktifkan mining setiap hari.
  2. Contributor: Pengguna yang membangun jaringan keamanan dengan mengundang pengguna lain.
  3. Ambassador: Pengguna yang memperluas jaringan dengan mengajak anggota baru.
  4. Node: Pengguna yang menjalankan perangkat lunak khusus di komputer untuk membantu memelihara jaringan Pi.

Keunggulan Pi Network

  1. Ramah Pengguna: Aplikasi Pi Network mudah digunakan, bahkan oleh pemula.
  2. Ramah Lingkungan: Mining Pi tidak memerlukan daya listrik besar.
  3. Desentralisasi: Pi Network bertujuan menjadi mata uang digital yang benar-benar terdesentralisasi.
  4. Aksesibilitas Tinggi: Siapa saja dengan ponsel pintar dapat bergabung dan menambang Pi.

Tantangan dan Kritik

Meskipun menjanjikan, Pi Network juga menghadapi kritik. Banyak yang mempertanyakan apakah Pi Network benar-benar bisa mencapai visi desentralisasi dan adopsi massal. Selain itu, hingga kini koin Pi belum terdaftar di bursa crypto besar, sehingga nilainya masih bersifat spekulatif.

Status Pi Network sebagai penipuan atau proyek yang sah masih diperdebatkan. Banyak yang skeptis, mengingat kemudahan penambangan dan janji keuntungan besar. Di sisi lain, jumlah pengguna yang besar menunjukkan minat yang signifikan. Seorang jurnalis blockchain ternama yang kerap mengupas pasar crypto Tiongkok, Colin Wu, turut memperingatkan tentang operasional Pi Network.

Selain itu, belum adanya nilai moneter resmi untuk Pi Coin menambah keraguan terhadap legitimasi proyek ini. Beberapa analis menyarankan bahwa Pi Network harus lebih transparan dalam operasionalnya dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku untuk menghindari potensi masalah hukum di masa depan.

Masa Depan Pi Network

Pi Network sedang dalam tahap pengembangan dan akan meluncurkan mainnet sepenuhnya dalam waktu dekat. Jika sukses, Pi Network berpotensi menjadi salah satu cryptocurrency yang paling inklusif di dunia.

Tim Pi Network menegaskan bahwa pendekatan mereka bertujuan untuk membangun komunitas yang kuat sebelum membuka akses penuh ke pasar. Mereka percaya bahwa dengan basis pengguna yang besar dan ekosistem yang berkembang, Pi Coin akan memiliki nilai dan utilitas yang signifikan di masa depan.

Pi Network Hadir di Dompet Crypto Telegram

Dikutip dari Pintu Edukasi, Pi Network membuat gebrakan besar saat memasuki pasar crypto, melonjak hampir 100% dalam minggu pertamanya dan mencapai puncaknya di angka $2,92 pada 27 Februari. Namun sejak saat itu, altcoin ini mengalami tekanan jual yang berkelanjutan. Pemeriksaan ketat dari bursa-bursa besar menghambat proses listing besar, dan permintaan terhadap token ini mulai menurun drastis.

Meskipun demikian, integrasi PI ke dalam dompet crypto Telegram hari ini memberikan harapan baru bagi komunitas Pi.

Integrasi ini sangat penting bagi Pi Network karena beberapa alasan. CEO Telegram, Pavel Durov, yang sebelumnya ditahan pada Agustus 2024, telah dibebaskan bulan ini. Setelah kembali aktif, ia membagikan statistik menarik tentang Telegram:

Dengan kata lain, Pi Network kini bisa menjangkau satu miliar pengguna Telegram, di mana rata-rata pengguna menghabiskan 41 menit setiap harinya di platform ini. Ini bisa menjadi potensi pasar yang sangat besar, dan para penggemar Pi menyebutnya sebagai “langkah bersejarah menuju adopsi massal keuangan terdesentralisasi.”

Pi Network Turun 25% dalam Seminggu

Perlu dicatat bahwa fitur crypto Telegram, meskipun penggunaannya mulai meningkat, masih belum dimanfaatkan secara luas. Terlepas dari pengumuman hari ini, harga PI masih turun lebih dari 25% dalam sepekan terakhir mencerminkan minat konsumen yang mulai menurun terhadap proyek ini.

Bursa crypto besar seperti Binance dan Coinbase mungkin masih belum yakin terhadap Pi Network, namun Telegram memiliki basis pengguna yang sangat besar. Jika Pi Network mampu menarik sebagian dari pengguna ini untuk berinvestasi, itu bisa menjadi terobosan besar.

Namun jika gagal, tren penurunan Pi Network kemungkinan akan terus berlanjut dalam waktu dekat.

Tantangan Transparansi dan Masa Depan Pi Network

Meskipun aktivitas lelang memberikan semangat baru, tantangan lain masih menghantui Pi Network. Beberapa pihak masih menyoroti kurangnya transparansi dari tim inti proyek. Selain itu, ketidakpastian regulasi serta belum terdaftarnya Pi Coin di bursa-bursa utama seperti Binance menjadi kendala tersendiri dalam memperluas eksposur token ini.

Namun demikian, antusiasme pengembang dan peningkatan partisipasi komunitas memberikan sinyal positif. Aktivitas yang bersifat nyata seperti lelang domain dinilai lebih membumi dibanding sekadar hype pasar. Apakah momentum ini cukup untuk mengangkat kembali nilai dan posisi Pi Coin di pasar crypto masih menjadi pertanyaan terbuka.

Perlu diingat, semua aktivitas jual beli crypto memiliki resiko dan volatilitas yang tinggi karena sifat crypto dengan harga yang fluktuatif.

Maka dari itu, selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan gunakan dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat (uang dingin) sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab para trader dan investor.

Redaktur: Diapari S

Penulis: Diapari S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.