Kena Tarif Impor 25%, Produsen Jaguar dan Land Rover Setop Pengiriman ke AS

Senin, 07 Apr 2025, 15:15 WIB

LONDON - Produsen mobil Jaguar dan Land Rover menghentikan pengiriman ke AS karena  otomotif Inggris mulai menanggapi pajak 25% atas impor kendaraan yang dikenakan Presiden Donald Trump.

Jaguar Land Rover Automotive, salah satu produsen mobil terbesar di Inggris, mengatakan pada Sabtu (5/4), penghentian sementara akan dilakukan bulan ini.

Ket. Foto: Mobil-mobil baru diparkir di Royal Portbury Docks, North Somerset, Inggris, Jumat 4 April 2025. — Sumber: PA via AP

"Amerika Serikat merupakan pasar penting bagi merek-merek mewah JLR," kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan yang dikutip Associated Press.

"Seiring dengan upaya kami mengatasi persyaratan perdagangan baru dengan mitra bisnis kami, kami mengambil beberapa tindakan jangka pendek termasuk penghentian sementara pengiriman pada bulan April, sembari mengembangkan rencana jangka menengah hingga jangka panjang."

Para analis memperkirakan produsen mobil Inggris lainnya akan mengikuti langkah tersebut karena kenaikan tarif memberi lebih banyak tekanan pada industry yang sudah berjuang dengan menurunnya permintaan di dalam negeri dan kebutuhan untuk mengatur ulang pabrik mereka untuk transisi ke kendaraan listrik.

"Saya perkirakan penghentian serupa akan dilakukan oleh produsen lain saat perusahaan mempertimbangkan apa yang sedang terjadi," kata David Bailey, pakar industri otomotif dan profesor ekonomi bisnis di Universitas Birmingham.

Jumlah mobil yang diproduksi di Inggris turun 13,9% menjadi 779.584 kendaraan tahun lalu, menurut Society of Motor Manufacturers and Traders (SMMT), asosiasi produsen dan pedagang kendaraan bermotor di Inggris. Lebih dari 77% kendaraan tersebut ditujukan untuk pasar ekspor. Pabrik-pabrik di Inggris mengekspor mobil seperti Nissan Qashqai dan Juke, BMW Mini, dan Toyota Corolla, serta model Land Rover dan Jaguar.

"Industri ini sudah menghadapi berbagai hambatan dan pengumuman ini datang di saat yang paling tidak tepat," kata Mike Hawes, kepala eksekutif SMMT, minggu lalu.

"SMMT terus berkomunikasi dengan pemerintah dan akan berupaya mempercepat pembahasan perdagangan karena kami perlu mengamankan jalan ke depan yang mendukung lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi di kedua sisi Atlantik."

Produsen mobil Inggris telah mengambil langkah-langkah untuk mengurangi dampak langsung dari tarif dengan membangun stok di AS sebelum kenaikan tariff berlaku. Angka SMMT menunjukkan bahwa ekspor ke AS melonjak 38,5% dari tahun sebelumnya pada bulan Desember, 12,4% pada bulan Januari, dan 34,6% pada bulan Februari.

"Produsen seperti JLR mencoba untuk menjadi yang terdepan dalam hal mengirimkan inventaris ke AS sebelum tarif diterapkan,'' kata Bailey.

Produsen mobil Inggris mengirimkan kendaraan senilai 8,3 miliar pound (10,7 miliar dollar) ke AS dalam 12 bulan hingga September, menjadikan mobil sebagai barang ekspor terbesar ke AS, menurut statistik pemerintah.

Namun mobil hanya merupakan bagian yang relatif kecil dari keseluruhan perdagangan antara Inggris dan AS, yang sebagian besarnya berupa jasa.

Inggris mengekspor barang dan jasa sejumlah 179,4 miliar pound (231,2 miliar dollar) ke AS sepanjang tahun hingga September, dengan jasa menyumbang 68,2% dari angka tersebut

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.