Bulog DIY Serap Gabah Petani di Kulon Progo Capai 2.400 Ton

Senin, 07 Apr 2025, 15:13 WIB

KULON PROGO - Kantor Wilayah Perum Bulog Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah menyerap gabah dari petani di Kabupaten Kulon Progo dari Januari sampai hari ini mencapai 2.400 ton gabah kering giling (gkg) dari target 2.300 ton gkg pada 2025.

Kepala Kanwil Perum BULOG Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Ninik Setyowati mengatakan, serapan gabah di Kulon Progo sudah lebih dari 105 persen.

Ket. Foto: Petugas dari Bulog Kulon Progo tengah bertransaksi dengan petani. — Sumber: antara foto

"Tapi, kami tetap melakukan penyerapan. Bukan sudah tercapai target, kemudian tidak membeli. Kami tetap menyerap gabah dari petani Kulon Progo sepanjang ada panenan dan petani mau menjual ke Bulog," kata Ninik di Kulon Progo, Senin (7/4).

Ia mengatakan, program pembelian atau penyerapan gabah kering hasil panen petani tidak hanya berlaku di Kulon Progo, tetapi seluruh wilayah Indonesia. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

“Ini dalam rangka swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani. Agar petani bergairah bertanam padi maka pemerintah lewat Bulog membeli gabah kering panen petani sebesar Rp6.500 per kilogram,” katanya.

Ninik mengatakan program serap gabah di DIY pada 2025 sebanyak 14 ribu ton. Hingga hari ini, serapan gabah dari Januari-hari ini di empat kabupaten di DIY sudah mencapai 9.500 ton. Nantinya Bulog akan tetap menyerap gabah petani meski target sudah tercapai.

“Untuk provinsi DIY target kita ada 14.000 ton. Hari ini, kita sudah tercapai 9.500 ton. Misalkan nanti 14.000 ton tercapai, kami akan terus melakukan penyerapan,” ucapnya.

Ninik memastikan seluruh gabah kering panenan petani bakal terserap secara maksimal oleh Bulog Kanwil DIY. Selain itu juga tidak ada kriteria khusus untuk gabah yang bisa dibeli Bulog.

"Ya jadi, gabah kering panenan semua kami beli, kami serap," tegasnya.

Ninik mengatakan program ini terbuka untuk seluruh petani. Bagi petani yang ingin gabahnya dibeli Bulog, dapat menghubungi Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Babinsa atau langsung ke pengelola gudang Bulog. Setelah itu Bulog akan menerjunkan tim untuk mengambil langsung gabah kepada setiap petani yang telah terdata.

"Untuk mempermudah petani, saat panen, kami langsung datang membawa angkutan, membeli gabah tersebut dengan harga Rp6.500," katanya.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

Berita Terbaru

Harga Emas Antam Senin 24 Agustus 2026 Naik, Segini Harga Terbarunya

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

BNPB Evakuasi Lansia Korban Gempa Pulau Palue ke RSUD Maumere, Begini Kondisinya

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.