Waspadai Tren Bearish IHSG Usai Kebijakan Tarif Trump
Kamis, 03 Apr 2025, 20:47 WIBJAKARTA - Kebijakan tarif Amerika Serikat (AS) terhadap beberapa negara bisa menjadi sentimen signifikan terhadap pasar keuangan.Â
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi berada pada fase bearish (pelemahan) pascapenerapan tarif impor oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi memproyeksikan IHSG berpotensi melemah signifikan sebesar 2- 3 persen pada Selasa (8/4), atau hari pertama perdagangan Bursa setelah libur panjang memperingati Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah.
"IHSG kemungkinan besar akan mengalami penurunan 2 sampai 3 persen dalam perdagangan di hari Selasa," ujar Ibrahim di Jakarta, Kamis (3/4).
Ia menjelaskan fase "bearish" IHSG akan lebih disebabkan oleh sentimen penerapan tarif impor oleh Presiden Donald Trump terhadap berbagai negara mitra dagangnya.
"Karena dampak dari perang dagang ini cukup luar biasa, apalagi Indonesia sudah masuk dalam biaya impor dari AS," ujar Ibrahim.
Dalam kesempatan ini, Ia merekomendasikan cara untuk mengatasi dampak penerapan tarif impor AS, diantaranya pemerintah perlu melakukan perlawanan dengan menerapkan biaya impor sama seperti yang diterapkan oleh AS terhadap Indonesia.
"Indonesia adalah negara anggota BRICS, sehingga anggota BRICS harus dijalankan supaya yang tadinya ekspor Indonesia ke AS mengalami surplus, itu dialihkan," ujar Ibrahim.
Selain itu, lanjutnya, pemerintah dapat menggelontorkan stimulus kebijakan, seperti yang telah dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) yang memiliki instrumen intervensi melalui Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dalam pasar valuta asing (valas) domestik.
"Ini yang harus dilakukan pemerintah, sehingga walaupun AS melanjutkan perang dagang terhadap Indonesia, Indonesia sudah siap untuk melakukan perlawanan balik," ujar Ibrahim.
Presiden AS Donald Trump pada Rabu (02/04), mengumumkan kombinasi tarif universal dan timbal balik yang akan diterapkan terhadap berbagai negara di seluruh dunia.
Trump menyatakan bahwa tarif dasar sebesar 10 persen akan dikenakan pada semua negara, sementara tarif tambahan "timbal balik" akan diberlakukan terhadap mitra dagang tertentu.
Tarif "timbal balik" itu, diantaranya terhadap China sebesar 34 persen, Eropa 20 persen, Vietnam 46 persen, Taiwan 32 persen, dan Jepang 24 persen.
Kemudian, India 26 persen, Korea Selatan 25 persen, Thailand 36 persen, Swiss 31 persen, Indonesia 32 persen, Malaysia 24 persen, Kamboja 49 persen, Inggris 10 persen, dan Afrika Selatan 30 persen
- perang tarif
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
ASEAN Menekankan Komitmennya untuk Melakukan “Dialog yang Jujur dan Konstruktif” dengan Washington.
-
Tiongkok Kecam Negara-negara yang Berlomba Mengamankan Kesepakatan Dagang dengan AS
-
Trump Mencoba Persatukan Dunia melawan Tiongkok, Menenangkan Pasar Saham
-
AS Menunggu Niat Baik Tiongkok untuk Meredakan Perang Dagang
-
Tegas! Malaysia Perketat Izin Ekspor Jadi Satu Pintu untuk Perangi Ekspor Ilegal ke AS
-
Tiongkok Tidak Mau Perang Dagang Tapi Tak Takut Tarif 125 Persen
-
Deal, Trump Umumkan Capai Kesepakatan Tarif dengan Indonesia, Produk RI Dikenakan Tarif 19%
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.