Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Turnamen Hylo Open 2025 Naik Kelas Jadi Super 500

📅 Selasa, 01 Apr 2025, 13:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Turnamen Hylo Open 2025 Naik Kelas Jadi Super 500 Doc: Hylo Jerman Open 2022
Ket. Arsip foto - Rehan/Lisa yang menjadi runner-up Hylo Open 2023.

JAKARTA - Turnamen bulu tangkis Hylo Open resmi naik status dari Super 300 menjadi Super 500 dalam kalender BWF World Tour untuk musim 2025 dan 2026.

Seperti dilansir laman resmi Federasi Bulu Tangkis Internasional (BWF), Selasa, keputusan tersebut menyusul turunnya status Canada Open menjadi Super 300.

Hylo Open dinilai sebagai pilihan terbaik untuk mengisi slot turnamen Super 500 yang memastikan kehadiran kompetisi kelas dunia yang lebih bergengsi di Jerman dan kawasan Eropa.

Turnamen ini telah menjadi bagian dari kalender bulu tangkis sejak 1988 dan akan kembali digelar di Saarbrücken, Jerman, pada 28 Oktober hingga 2 November 2025.

Sejarah mencatat, sejumlah pebulu tangkis Indonesia pernah berjaya dalam ajang tersebut. Pada 1991, tunggal putra Merah Putih Yoseph Phoa naik podium tertinggi. Lalu ada juga tunggal putra Hargiono yang hattrick pada 1993, 1994, dan 1995.

Pada 1993, Yoseph Phoa yang turun di sektor ganda putra berpasangan dengan Iguh Donolego juga menjadi juara. Lalu pada 1994, Dharma Gunawi pernah menjuarai di sektor ganda putra berpasangan dengan pebulu tangkis China Li Ang.

Mia Audina yang kala itu turun bersama dengan pemain Belanda Lotte Bruil-Jonathans pernah juara di Hylo Open 2002.

Pada 2021, ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon mengumandangkan lagu Indonesia Raya dan mengibarkan Merah Putih di sana.

Satu tahun berselang giliran tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting dan ganda campuran Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati yang menorehkan prestasi serupa.

Namun, dalam dua edisi berikutnya, wakil Indonesia hanya mampu mencapai babak final.

Pada 2023, pasangan ganda putri Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti harus puas dengan status runner-up setelah mundur di partai final akibat cedera yang dialami Apriyani saat melawan Zhang Shu Xian/Zheng Yu dari China. Padahal kala itu, pasangan Indonesia tengah unggul 21-18, 1-1.

Nasib serupa dialami Rehan/Lisa, yang gagal mempertahankan gelar mereka usai dikalahkan pasangan Hong Kong, Tang Chun Man/Tse Ying Suet, dengan skor 21-15, 15-21, 14-21 di final.

Adapun tahun lalu, tak ada satu pun wakil Indonesia yang turun. Kini, dengan peningkatan status Hylo Open dipastikan makin kompetitif dan menarik perhatian lebih banyak pemain top dunia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Jepang akan Menaikan Biaya Visa Lima Kali Lipat Mulai 1 Juli

46 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Jepang akan Menaikan Biaya ...
Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.