Boeing Berusaha Menarik Kesepakatan Pengakuan Bersalah dalam Kecelakaan Mematikan Pesawat 737 Max

Selasa, 25 Mar 2025, 23:59 WIB
WASHINGTON - Wall Street Journal melaporkan pada Senin (24/3), pembuat Amerika Serikat, Boeing berusaha mencabut perjanjian untuk mengaku bersalah dalam kasus pidana yang menyalahkan perusahaan karena menipu regulator sebelum dua kecelakaan mematikan jet 737 Max.
Dikutip dari The Straits Times, seorang hakim AS, pada bulan Desember 2024 menolak kesepakatan tersebut, menyalahkan ketentuan keberagaman dan inklusi, dan Boeing serta Departemen Kehakiman telah bernegosiasi menuju perjanjian baru.
Presiden Donald Trump mengambil alih pada tanggal 20 Januari, memberikan pemerintahannya kesempatan untuk mempertimbangkan kesepakatan tersebut.
Pada bulan Juli, Boeing setuju untuk mengaku bersalah atas tuduhan konspirasi penipuan kriminal setelah dua kecelakaan fatal 737 Max.
Pembuat pesawat itu juga setuju untuk membayar denda hingga 487,2 juta dolar AS dan menghabiskan 455 juta dolar AS untuk meningkatkan praktik keselamatan dan kepatuhan selama tiga tahun masa percobaan di bawah pengawasan pengadilan sebagai bagian dari kesepakatan.
Keluarga korban dari dua kecelakaan 737 Max, yang terjadi pada tahun 2018 dan 2019 dan menewaskan 346 orang, menyebut kesepakatan pembelaan itu sebagai kesepakatan "manis" yang gagal meminta pertanggungjawaban Boeing atas kematian orang-orang yang mereka cintai.
Kesepakatan pembelaan yang diterima akan mencap Boeing sebagai penjahat terpidana karena berkonspirasi untuk menipu Administrasi Penerbangan Federal AS tentang perangkat lunak bermasalah yang memengaruhi sistem kontrol penerbangan di pesawat yang jatuh.
Pada bulan Mei 2024, Departemen Kehakiman menemukan Boeing telah melanggar ketentuan perjanjian tahun 2021 yang melindunginya dari tuntutan hukum atas kecelakaan tersebut. Jaksa kemudian memutuskan untuk mendakwa Boeing secara pidana dan menegosiasikan kesepakatan pembelaan saat ini.
Keputusan tersebut diambil menyusul ledakan panel pintu pada tanggal 5 Januari 2024 di dalam pesawat jet Alaska Airlines yang mengungkap masalah keselamatan dan kualitas yang sedang berlangsung di Boeing.
Hakim Reed O'Connor di Fort Worth, Texas pada tahun 2023 mengatakan, “Kejahatan Boeing dapat dianggap sebagai kejahatan korporasi paling mematikan dalam sejarah AS”.
Pejabat pemerintahan Trump mengatakan regulator harus bersikap tegas terhadap Boeing setelah serangkaian kesalahan.
"Kita harus bersikap lebih tegas terhadap Boeing. Kita harus bersikap lebih tegas terhadap industri ini," kata Steve Bradbury, yang dilantik sebagai wakil menteri transportasi bulan ini.
Boeing pada tanggal 21 Maret memenangkan kontrak untuk membangun jet tempur tercanggih milik Angkatan Udara AS.

Redaktur: Andreas Chaniago

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Manajer Chelsea Alonso Sebut Marco Palestra Cepat Beradaptasi Jadi Pemain Serbaguna

Pelatih Ruben Amorim Sebut Permainan AC Milan Sedang Dalam Perubahan Total

Cegah Jatuh Korban, Agen Travel Diminta Prioritaskan Keselamatan Wisatawan yang Gunakan Transportasi Laut

Judi Online Rp2,5 Triliun Mengalir di Jabar, Dedi Mulyadi Dorong LPM Perkuat Ekonomi Desa

Meningkat Signifikan, BEI Catat Investor Saham Tumbuh 16,83 Persen Capai 10,05 Juta SID

Gawat Kobaran Api Terus Menjalar, Karhutla di Gunung Bromo Semakin Meluas Akibat Angin Kencang

Perkuat Riset, Universitas Katolik Fajar Timur Papua Diharapkan Jadi Pusat Pengembangan Inovasi

Terus Semangat, Pelatih Timnas John Herdman Janji Benahi Skuad Garuda Seusai Piala AFF

Aksi Keji Disertai Asusila, Polisi Ungkap Motif Lima Tersangka Penyekapan Karyawan di Tangerang

Bromo Ditutup Total: Kebakaran Meluas, Seluruh Akses Wisata Resmi Dihentikan

Wisatawan Diminta Berhati-hati, Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Empat Kali

Mengagetkan, Kenapa Empat Produsen Mobil Ini Tarik 512.000 Lebih Kendaraan di Korea Selatan

Perkuat Kemandirian Pangan, Distan Lebak Ajak Warga untuk Manfaatkan Lahan Tidur

Dedi Mulyadi Bikin Aturan Baru, Knalpot Brong Diganti Gratis di Pos Polisi bagi Pengendara Kurang Mampu

Gaet Wisatawan Mancanegara, Festival Budaya Lembah Baliem Jadi Ajang Promosi Budaya Papua Pegunungan

Pelaku Usaha Didorong Menerapkan Inovasi Kemitraan untuk Perkuat Jaringan Bisnis

Hindari Aktivitas di Luar Rumah, Korea Selatan Dilanda Gelombang Panas Hingga 37 Derajat Celsius

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.