• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Diluncurkan Bulan Septembe...

Diluncurkan Bulan September Satelit Nusantara Lima, Sediakan Transmisi Data Sebesar 160 Gbps

Minggu, 10 Agu 2025, 21:07 WIB

JAKARTA - Boeing telah menyerahkan satelit komunikasi yaitu Satelit Nusantara Lima (SNL) kepada PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN). Satelit ini saat beroperasi nantinya akan membuka jalan bagi konektivitas andal dan berkapasitas tinggi bagi pelanggan PSN di lebih dari 17.000 pulau di Indonesia serta negara-negara sekitar.

Payload satelit komunikasi SNL menggunakan platform andalan Boeing yaitu 702 MP, dimana mampu menyediakan kapasitas transmisi data (bandwidth) lebih dari 160 Gbps. Kemampuan ini mendukung akses internet broadband dan layanan komunikasi penting di seluruh wilayah Indonesia dan pasar Asia Tenggara.

Ket. Foto: Ilustrasi Satelit Nusantara Lima. Berkapasitas transmisi data (bandwidth) lebih dari 160 Gbps, satelit ini mendukung akses internet broadband dan layanan komunikasi penting di seluruh wilayah Indonesia dan Asia Tenggara. — Sumber: PSN

“Indonesia adalah salah satu negara pertama yang mengadopsi teknologi komunikasi satelit untuk menghubungkan masyarakatnya, dan Satelit Nusantara Lima melanjutkan legasi tersebut,” ujar CEO PSN Group, Adi Rahman Adiwoso, melalui keterangannya pada hari Kamis (7/8).

Ia menambahkan satelit ini dapat digunakan untuk komunitas, sekolah, dan pelaku usaha yang sebelumnya belum pernah memiliki akses konektivitas yang andal. SNL dengan kapasitas lebih dari 160 Gbps akan memperkuat kemampuan PSN dalam menyediakan kapasitas nasional yang akan memenuhi kebutuhan bangsa.

“Kemitraan kami dengan Boeing dan mitra teknologi global lainnya bertujuan untuk memastikan ‘no one is left behind’ atau tidak ada Masyarakat yang tertinggal seiring dengan perkembangan Indonesia,” imbuhnya.

SNL dilengkapi dengan teknologi pemrosesan payload yang canggih sehingga memungkinkan PSN memberikan layanan kapasitas internet dan komunikasi berkapasitas tinggi ke lokasi yang paling membutuhkan baik di kota besar, desa terpencil, maupun dalam keadaan tanggap darurat di wilayah terdampak bencana alam.

Ryan Reid, Presiden Boeing Satellite Systems International menuturkan satelit tersebut sangat berguna bagi masyarakat Indonesia. Kehadiran akses konektivitas seperti ini akan lebih cepat dan andal, bahkan jika terjadi perubahan kebutuhan di ribuan pulau yang tersebar di seluruh negeri.

“Bisnis satelit Boeing memiliki sejarah panjang dalam melayani Indonesia dan Kawasan Asia Pasifik, yang dimulai sejak peluncuran satelit Palapa A1 pada tahun 1976,” ujar dia.

“Dengan kehadiran Satelit Nusantara Lima, kami bangga dapat melanjutkan legasi tersebut dengan menghadirkan solusi konektivitas andal dan berkapasitas tinggi yang telah disesuaikan dengan kondisi geografis dan kebutuhan konektivitas yang unik di Indonesia. Sepanjang pelaksanaan program ini, PSN menunjukkan peran sebagai mitra strategis yang berdedikasi dan terpercaya,” lanjutnya.

Panel surya satelit yang dibuat oleh anak perusahaan Boeing, Spectrolab, mampu menghasilkan daya hingga 15 kW yang memungkinkan payload canggih satelit ini beroperasi secara optimal selama misi 15 tahun. Spectrolab juga telah melakukan pengembangan dalam kapasitas produksi guna memenuhi permintaan industri yang terus meningkat akan sel surya berkualitas dan andal untuk kebutuhan luar angkasa.

Satelit SNL dijadwalkan akan diluncurkan bulan depan dari Florida Space Coast. Setelah proses pengujian orbit-raising dan on-orbit selesai, satelit ini diperkirakan akan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2026 dari orbit geostasioner (ketinggian sekitar 22.000 mil atau setara dengan 35.786 km dari permukaan Bumi).

  • Boeing
  • PSN
  • satelit telekomunikasi
  • Satelit Nusantara Lima
  • PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN)

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.