Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kenapa Sri Sultan HB X Sampai Prihatin dengan Aksi Demo RUU TNI di Jogja?

📅 Minggu, 23 Mar 2025, 07:50 WIB | Oleh:
Kenapa Sri Sultan HB X Sampai Prihatin dengan Aksi Demo RUU TNI di Jogja? Doc: Antara Foto

Aksi unjuk rasa menolak pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) TNI yang digelar di Gedung DPRD DIY pada Kamis (20/3) berubah menjadi peristiwa yang memantik keprihatinan mendalam dari Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Ratusan massa dari elemen mahasiswa dan masyarakat yang tergabung dalam gerakan “Jogja Memanggil” awalnya menyuarakan penolakan terhadap pasal-pasal dalam RUU TNI yang dinilai problematik. Namun, alih-alih berjalan damai, aksi tersebut memanas hingga larut malam dan berujung pada aksi vandalisme. Coretan memenuhi dinding gedung DPRD, sampah berserakan, bahkan beberapa fasilitas rusak—padahal bangunan itu telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya.

Melihat situasi ini, Sri Sultan tidak tinggal diam. Ia menyampaikan bahwa dirinya tidak pernah melarang masyarakat, termasuk mahasiswa, untuk menyampaikan aspirasi politik. Namun ia menegaskan bahwa ekspresi tersebut sebaiknya dilakukan secara tertib dan tidak merusak fasilitas umum, apalagi bangunan bersejarah.

"Ya nggak apa-apa kalau itu memang aspirasi, silakan saja. Tapi kalau sampai rusak, itu saya prihatin," ujar Sri Sultan, Jumat (21/3), di Kompleks Kepatihan Yogyakarta.

Baginya, demo adalah bagian sah dari demokrasi. Tapi ketika bentuk penyampaiannya merusak ruang publik, nilai perjuangan justru luntur. Ia menekankan, aksi destruktif seperti ini hanya akan berdampak negatif pada citra mahasiswa di mata publik.

"Yang rugi justru mahasiswa sendiri. Akan muncul penilaian buruk dari masyarakat. Menyampaikan pendapat silakan, tapi jangan merusak," tandasnya.

Keprihatinan Sri Sultan semakin dalam karena lokasi aksi bukan sembarang tempat. Gedung DPRD DIY, termasuk patung Jenderal Sudirman di halaman depannya, merupakan bagian dari warisan sejarah yang dilindungi sebagai cagar budaya. Kerusakan yang ditimbulkan dalam satu malam demonstrasi telah menodai nilai simbolis dan historis tempat tersebut.

Hal ini juga diamini oleh Sekretaris Daerah DIY, Beny Suharsono. Ia menyebut bahwa beberapa bagian depan dan tengah gedung mengalami kerusakan, meskipun saat ini telah ditutup sementara agar tidak terlihat mencolok.

"Kita sedang hitung kerusakan yang terjadi, termasuk kemungkinan pembiayaannya melalui asuransi. Kalau tidak memungkinkan, kami akan lihat opsi lewat APBD DIY," jelas Beny.

Pemerintah DIY kini tengah mendata kerusakan secara menyeluruh dan mengkaji bagaimana perbaikannya bisa dilakukan. Namun yang paling dikhawatirkan, menurut Sri Sultan, adalah lunturnya nilai etika dalam penyampaian pendapat. Ia menekankan, DIY adalah ruang demokrasi yang hidup, tapi harus dijaga dengan kedewasaan.

Prihatin bukan berarti anti kritik. Tapi ketika ruang demokrasi dirusak oleh amarah dan vandalisme, justru pesan yang ingin disampaikan jadi tak terdengar. Dan bagi Sri Sultan, itulah yang paling menyedihkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Anoman Obong Kalau Jadi Tema Game Bakal Seru

27 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Anoman Obong Kalau Jadi Tem...
Olahraga
PSS Sleman Gagal Melanjutka...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.