Seekor Harimau Sumatera Masuk Kandang Jebakan

Rabu, 19 Mar 2025, 02:40 WIB

Pekanbaru -- Seekor harimau sumatera masuk kandang jebak Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam Riau Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) di Pelalawan usai satwa tersebut dilaporkan menyebabkan satu orang korban meninggal dunia.

"Dua hari setelah kejadian Kamis (13/3), pada Minggu 16 Maret 2024, harimau sumatera ditemukan masuk dalam kandang jebak (Boxtrap) yang dipasang pada lokasi," kata Kepala BB KSDA Riau, Genman Hasibuan di Pekanbaru, Selasa.

Ket. Foto: Satwa harimau sumatera dievakuasi usai masuk kandang jebak BB KSDA Riau di Pelalawan yang diduga menyebabkan seberang pekerja tewas. — Sumber: ANTARA/HO-BB KSDA Riau

Selanjutnya kata dia tim melakukan evakuasi ke "camp" pekerja dengan menggunakan kendaraan air. Kemudian dilanjutkan evakuasi ke kandang habituasi untuk dilakukan perlakukan sebelum pelepasliaran ke alam di kemudian hari.

Genman mengatakan awalnya BB KSDA Riau mendapatkan laporan dari pihak perusahaan pemegang PBPH terkait konflik satwa harimau sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) yang menyebabkan satu orang meninggal dunia pada Kamis (13/3).

Korban berjenis kelamin laki-laki berusia 50 tahun yang merupakan pekerja perawatan atau "weeding". Korban mengalami luka berupa cakaran di kepala bagian belakang dan leher serta pada bagian daging paha atas kanan.

BBKSDA Riau selanjutnya melakukan koordinasi dengan pihak perusahaan untuk mengambil langkah-langkah penanggulangan. Pada Jumat (14/3) Balai Besar KSDA Riau menurunkan Unit Penyelamatan Satwa (UPS) untuk melakukan kajian dan upaya penanggulangan dan memasang kandang dan kamera jebak.

Kandang jebak dipasang sebanyak dua unit pada lokasi TKP dan lokasi dekat camp pekerja yang merupakan jalur lintasan harimau berdasarkan jejak yang ditemukan. Selain itu pihaknya melakukan sosialisasi kepada para pekerja dan melakukan patroli bersama sebagai upaya penanggulangan.

"Sebagai tindakan pencegahan, untuk beberapa waktu ke depan BBKSDA Riau meningkatkan patroli di area rawan konflik, melakukan edukasi kepada masyarakat tentang cara bertindak bilamana bertemu satwa harimau sumatera, serta mendorong penerapan sistem peringatan dini di sekitar wilayah yang berbatasan dengan habitat satwa liar," ujarnya.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

Berita Terbaru

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

Dua Anggota Polisi Jadi Korban Pengeroyokan saat Karnaval HUT RI di Blora

BNPB Perkuat OMC-Armada Pemadaman Karhutla di Kalimantan

Panen Durian dan Manggis di Lebak Serap Ribuan Tenaga Kerja

Labuan Bajo Normal Pascagempa NTT, Kemenpar Minta Aktivitas Wisata Utamakan Keselamatan

Nicolas Cage Akhirnya akan Kembali dalam National Treasure 3

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.