- Home
-
- Luar Negeri
-
- Senat Selidiki Penangkapan...
Senat Selidiki Penangkapan Duterte oleh ICC
Selasa, 18 Mar 2025, 02:15 WIBMANILA - Senat Filipina pada Senin (17/3) mengatakan bahwa mereka akan melakukan penyelidikan formal atas penangkapan mantan Presiden Rodrigo Duterte dan penyerahannya dengan cepat ke Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) pekan lalu, yang akan mengadilinya atas dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Duterte, 79 tahun, yang saat ini menjadi mantan kepala negara Asia pertama yang didakwa oleh ICC, dituduh melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan atas pembunuhan selama bertahun-tahun terhadap pengguna narkoba dan pengedar narkoba yang menurut kelompok-kelompok hak asasi manusia telah membunuh ribuan orang.
Penyelidikan dimulai oleh Senator Imee Marcos, saudara perempuan Presiden Ferdinand Marcos Jr, tetapi juga seorang teman dekat putri tertua Duterte, Wakil Presiden Sara Duterte.
Hubungan kedua keluarga telah retak setelah sebelumnya Marcos Jr bekerja sama dengan Sara Duterte untuk memenangkan pemilihan umum pada2022. Namun kemudian Sara Duterte telah dimakzulkan dengan tuduhan yang mencakup dugaan telah merencanakan pembunuhan terhadap presiden.
âSebagai ketua Komite Senat untuk Hubungan Luar Negeri, saya menyerukan penyelidikan mendesak atas penangkapan mantan Presiden Rodrigo Roa Duterte karena masalah ini telah sangat memecah belah bangsa,â kata Imee Marcos dalam sebuah pernyataan Senin.
âSangat penting untuk menentukan apakah proses hukum diikuti dan untuk memastikan bahwa hak-hak hukumnya tidak hanya ditegakkan tetapi dilindungi,â imbuh dia seraya menambahkan bahwa kedaulatan dan proses hukum Filipina harus tetap yang terpenting.
Duterte ditangkap di bandara Manila pada 11 Maret lalu setelah perjalanan singkat ke Hong Kong dan lalu diterbangkan ke Belanda hanya beberapa jam kemudian, di mana ia diserahkan ke ICC.
Saat ini Senat telah menetapkan audiensi publik untuk hari Kamis (20/3) dan mengundang polisi tinggi dan pejabat pemerintah lainnya untuk memberikan bukti.
Beberapa jam setelah penangkapan Duterte, Imee Marcos telah memperingatkan pada konferensi pers bahwa hal itu bisa hanya menimbulkan masalah besar.
Sewa Pengacara
Secara terpisah, seorang pengacara internasional veteran dengan pengalaman ICC bernama Nicholas Kaufman, telah diminta untuk bergabung dengan tim pembela mantan presiden.
â(Mantan) presiden (telah) menunjuk Nicholas Kaufman sebagai pengacaranya,â ucap Wakil Presiden Sara Dutertepada konferensi pers di Den Haag pada Minggu (16/3).
Dalam sebuah email ke AFP, Kaufman mengatakan ia merasa terhormat telah diminta untuk membantu mantan Presiden Duterte dalam menyusun tim pembela di mana peran masa depannya belum ditentukan secara tepat. AFP/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Italia Berlakukan Larangan Terbang Jelang Pemakaman Paus
-
Rupiah Rawan Melemah, 9 Februari 2026
-
Kiper Rakasurya Handika Dilepas Bali United
-
Jalur Pendakian Gunung Arjuno Ditutup Hadapi Cuaca Ekstrem
-
Korsabhara Baharkam Polri Gelar Supervisi di Polda Maluku
-
Badan Geologi Ungkap Perkembangan Terkini Aktivitas Gunung Marapi
-
Menggemaskan, Semen Padang bertekad curi tiga poin di markas Persija
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.