Bumi Makin 'Mendidih', Juni 2026 Jadi yang Terpanas Kedua dalam Sejarah

Jumat, 10 Jul 2026, 13:50 WIB

LOS ANGELES, AMERIKA SERIKAT - Bumi mengalami Juni terpanas kedua dalam sejarah pada 2026, sementara suhu permukaan laut global mencapai rekor tertinggi untuk bulan tersebut, menurut laporan analisis Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional (NOAA) Amerika Serikat yang dirilis pada Kamis (9/7).

Laporan tersebut, yang dirilis oleh Pusat Informasi Lingkungan Nasional (NCEI) NOAA, juga menemukan bahwa pada Juni tahun ini luas es laut di Arktik dan Antarktika masing-masing termasuk dalam daftar 10 terendah yang pernah tercatat, sementara aktivitas siklon tropis global berada di atas rata-rata.

Ket. Foto: Seorang wanita sedang mendinginkan badan di semua sistem kabut pendingin di tengah gelombang panas di Budapest, Hongaria, Rabu (24/6). — Sumber: ANTARA/Xinhua/David Balogh

Suhu permukaan global pada Juni tercatat 1,09 derajat Celsius lebih tinggi dibandingkan rata-rata abad ke-20, menjadikannya Juni terpanas kedua dalam sejarah, hanya kalah dari tahun 2024, menurut laporan tersebut. Kondisi yang lebih hangat dari rata-rata terjadi di sebagian besar belahan dunia pada bulan tersebut, dengan beberapa benua dan kawasan mengalami salah satu dari 10 bulan Juni terpanasnya sepanjang sejarah.

Laporan tersebut mengungkapkan bahwa luas es laut global untuk bulan Juni merupakan yang terendah keempat dalam catatan satelit selama 48 tahun, meliputi 22,7 juta kilometer persegi, atau sekitar 2,02 juta kilometer persegi lebih rendah dibandingkan rata-rata tahun 1991-2020.

Jika dilihat dari data tahun berjalan, suhu permukaan global pada Januari-Juni merupakan yang tertinggi ketiga dalam sejarah. Menurut Global Annual Temperature Outlook dari NCEI, sangat mungkin bahwa tahun 2026 akan masuk dalam daftar lima tahun terpanas sepanjang sejarah. Ant/xinhua

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.