Rupiah Rawan Melemah, 9 Februari 2026

Senin, 09 Feb 2026, 08:25 WIB

JAKARTA – Rupiah diperkirakan masih berada di bawah tekanan pada awal pekan ini, dipicu kombinasi sentimen domestik yang kurang menggembirakan dan penguatan dolar AS yang berlanjut. Sejumlah data ekonomi dalam ne­geri memberi sinyal perlambatan, sehingga mempersem­pit ruang apresiasi mata uang lokal di tengah sikap investor global yang cenderung menghindari risiko. 

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong melihat banyaknya masalah domestik bakal menekan pergerakan rupiah awal pekan ini. Permasalahan tersebut meliputi downgrade Indeks Harga Saham Gahungan (IHSG) ke underweight oleh Goldman Sachs dan UBS, serta potensi downgrade dari emerging market (EM) ke Frontier oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Selain itu, lanjutnya, rupiah juga bakal terpukul oleh sentimen negatif seputar defisit fiskal, target pertumbuhan ekonomi 2025 yang gagal tercapai, dan prospek pemang­kasan suku bunga oleh Bank Indonesia. Karenanya, Lukman memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam per­dagangan di pasar uang antarbank, Senin (8/2), bergerak melemah di kisaran 16.800 – 16.950 rupiah per dollar AS.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah pada penutupan perda­gangan di Jakarta, Jumat (6/2), bergerak melemah 23 poin atau 0,14 persen dari sehari sebelumnya menjadi 16.865 rupiah per dollar AS. “Tren penguatan index dollar masih berlanjut seiring dengan meningkatnya permintaan obli­gasi pemerintah AS karena risiko pasar saham dan data tenaga kerja yang lemah,” kata Analis Bank Woori Saudara Rully Nova di Jakarta.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.