Pemkab Sigi Fokus Kembangkan Ekonomi Hijau, Investasi SDA, dan Transformasi Digital.

Jumat, 10 Jul 2026, 14:03 WIB

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), menegaskan komitmennya untuk tetap fokus pada pengembangan ekonomi hijau atau green economy serta investasi sumber daya alam dan transformasi digital di daerah tersebut.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Sigi Agus Munandar mengatakan pentingnya melibatkan dunia usaha seperti dalam pengembangan ekonomi hijau melalui sektor pertanian, peternakan dan pariwisata.

Ket. Foto: Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae (tengah) didampingi Kepala Bapperida Sigi Agus Munandar (kanan) saat melakukan penjajakan kerja sama dengan Faminas Investment Group terkait investasi ekonomi hijau di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) beberapa waktu lalu. — Sumber: Antara Foto

"Jadi komitmen pemerintah daerah sudah jelas bahwa kita berbicara tentang ekonomi hijau yakni emas hijau, tidak ada yang lain-lain. Alhamdulillah komitmen itu masih terjaga hingga saat ini," kata Agus saat ditemui awak media di Bora, Sigi, Jumat.

Ia mengemukakan pihaknya menawarkan potensi yang sesuai dengan visi daerah yakni pertanian dan pariwisata.

"Tentunya penjajakan dengan Faminas Investment Group ini merupakan peluang kerja sama investasi sumber daya alam dan transformasi digital sehingga kami menawarkan bagaimana potensi yang ada di Sigi seperti pertanian untuk kakao dan peternakan yakni sapi perah, sapi susu, serta sapi pedaging," ujar dia.

Menurut dia, pada sektor pariwisata di Kabupaten Sigi bisa melalui Festival Danau Lindu yang diselenggarakan pada 23 hingga 25 Juli 2026 mendatang.

"Untuk pola kerja sama antara pemerintah daerah dengan Faminas Investment Group belum ada, hanya memang biasanya ada istilah B2G atau Business-to-Government yakni model bisnis di mana perusahaan swasta menjual atau menyediakan produk, layanan, dan informasi secara langsung kepada instansi pemerintah," katanya.

Sementara itu, Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae menyebutkan penjajakan ini menjadi langkah awal terbangunnya kemitraan yang saling menguntungkan antara investor dengan masyarakat Kabupaten Sigi.

"Harapannya melalui kolaborasi tersebut bisa mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mempercepat terwujudnya Kabupaten Sigi yang maju dan berdaya saing di masa mendatang," kata Rizal.

Selama tahun 2025 produktivitas padi di daerah tersebut mencapai 6,6 ton per hektare, sehingga total produksi padi di Kabupaten Sigi sebanyak 142.000 ton.

Sedangkan potensi peternakan dapat mencapai 26.006 ekor sapi potong dalam pengembangan klaster Kulawi Raya.

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.