Pemerintah Tahu WNI Disiksa di Myanmar, Mengapa Diam Saja Ya
Selasa, 18 Mar 2025, 13:51 WIBJAKARTA - Nah, itu berarti Budi Gunawan tahu ada WNI disiksa. Tapi mengapa hanya membuat keterangan pers ya. Mengapa tidak ada reaksi ke pemerintah Myanmar atau kalau perlu bertindak keras dengan mengirim pasukan khusus. Tidak untuk perang, ya, untuk reaksi saja agar pemerintah Myanmar juga serius membasmi warganya yang menyiksa WNI.
Sejauh ini pemerintah hanya mengumumkan saja. "Para korban telah mengalami berbagai tekanan fisik, pemukulan, dan bahkan diancam akan diambil organ tubuhnya, paspor diambil, dan dilarang berkomunikasi. Ini sangat kuat penyanderaan dalam mafia online scam internasional," ucap Budi Gunawan, di Tangerang, Selasa.
Ia menerangkan dalam kasus eksploitasi penipuan daring di Myawaddy terdapat 554 WNI yang terdiri atas 449 laki-laki dan 105 perempuan telah berhasil dievakuasi dan diselamatkan oleh pemerintah Indonesia.
"Dari 554 orang WNI ini terdiri atas 449 laki-laki, 105 perempuan. Mereka korban penipuan daring berskala besar di wilayah Myawaddy tepatnya di perbatasan antara Myanmar dan Thailand," katanya.
Budi mengungkapkan para korban yang mendapat beberapa tindakan kekerasan oleh pelaku tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Myanmar akan mendapat penanganan dari kementerian terkait baik secara fisikologis maupun perawatan medis.
"Korban juga akan mendapatkan bantuan logistik, layanan kesehatan, sebelum mereka dipulangkan ke wilayah masing-masing rumahnya. Kita juga akan memastikan apakah mereka semua korban, atau ada indikasi pelaku," ujarnya.
Dalam hal ini, pemerintah berkomitmen akan melakukan penyelidikan dan pemeriksaan kepada para korban oleh Polri dengan menindaklanjuti pengungkapan pelaku penipuan daring tersebut.
"Upaya hukum kepada pelaku, yang terlibat dalam jaringan TPPO ini kita akan terus buru dan diungkap. Oleh karena itu hasil asesmen ini menunjukkan langkah tindak lanjut oleh Polri," paparnya.
- myanmar
- Buruh Migran
- Penyiksaan
- Penipuan Online
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Ini Jadwal Lengkap Liga Inggris Pekan ke-29: Newcastle vs Manchester United & Wolves vs Liverpool
-
Myanmar Merasa Dikucilkan oleh Asean
-
Komisi I DPR Dukung Pemerintah Desak Investigasi PBB atas Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon
-
Pemkot Batam Terapkan Pola 3-3-3 untuk THM, Apa Sih Maksudnya?
-
KAI Palembang Catat 1.481 Tiket Mudik Gratis 2026 Sudah Terisi
-
Kuba Berisiko Jatuh ke Jurang Krisis Kemanusiaan yang Parah
-
PLN Prediksi Konsumsi Listrik Jakarta Turun Saat Lebaran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.