Miris, Dinas Kesehatan Kapuas Kekurangan Stok Obat-obatan untuk Korban Banjir

Senin, 17 Mar 2025, 14:20 WIB

KUALA KAPUAS - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng), dr Tonun Irawaty Panjaitan mengatakan stok obat-obatan untuk membantu korban banjir di tiga kecamatan di daerah setempat, mengalami kekurangan.

“Obat-obatan untuk membantu korban banjir sudah kita suplai. Namun, obat-obatan kita ternyata banyak yang kurang, tetapi kita sudah meminta bantuan provinsi, itu pun terbatas,” kata dr Tonun Irawaty Panjaitan di Kuala Kapuas, Senin (17/3).

Ket. Foto: Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng), dr Tonun Irawaty Panjaitan. — Sumber: antara foto

Hal itu disampaikan, setelah menghadiri pelepasan keberangkatan bantuan logistik bencana banjir untuk tiga kecamatan di daerah setempat, yakni Kecamatan Mandau Talawang, Pasak Talawang dan Mantangai, bertempat di halaman Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas.

Saat ini, berdasarkan laporan yang diterima pihaknya, memang belum ada penyakit secara signifikan mengalami kenaikan. Tetapi ada beberapa laporan warga hanya mengeluhkan batuk dan pilek saja, tetapi memang itu belum signifikan kenaikannya.

“Yang menjadi kekhawatiran kita kalau banjir ini tidak cepat surut tentu penyakit akan semakin banyak,” katanya.

Namun demikian, untuk mengantisipasi terjadi hal yang tidak diinginkan dampak dari banjir tersebut, pihaknya akan segera mengusulkan anggaran melalui Belanja Tidak Terduga atau BTT agar bisa teratasi.

“Rencana kita memang karena penganggaran dari DAK masih dalam berproses, kita mungkin akan mengusulkan melalui BTT,” kata dia.

Tonun berharap musibah bencana alam itu dapat bisa teratasi dengan segera, dan masyarakat terutama di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Mandau Talawang, Pasak Talawang dan Mantangai, dapat kembali beraktivitas seperti biasa.

“Mudah-mudahan masyarakat kita sehat dan tidak ada temuan penyakit signifikan dalam musibah banjir yang terjadi ini,” demikian Tonun.

Sebelumnya, banjir melanda 26 desa di tiga kecamatan setempat, yakni Kecamatan Mandau Talawang, Pasak Talawang dan Mantangai, dengan jumlah korban terdampak sebanyak 5.694 kepala keluarga (KK) dan 15.017 jiwa.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

Berita Terbaru

Utang Meningkat, Rakyat Jepang Mulai Cemas Kondisi Fiskal

Tim Gabungan Kendalikan Titik Api di TPSA Ciniru Kuningan

Iran Ancam Anggap Musuh Siapa Pun yang Ikut Blokade Ekonomi AS

Kanada Balas Tarif Trump, Siap Bidik Baja hingga Elektronik AS

Tragedi Shalat Jumat di Nigeria: Masjid Diserbu Geng Motor, 60 Jemaah Raib Diculik

Modus Baru, Penipu di Kamboja Jual Jasa 'Anti-Banned' untuk Kuras Data Medsos

Bangladesh Punya Presiden Baru Setelah Pemilu Sengit 35 Tahun Terakhir

Simbol Hubungan Akrab, Sultan Brunei-Anwar Ibrahim Gelar Pertemuan di Istana Nurul Iman

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.