Investor Tunggu Data Penjualan Ritel, Simak Proyeksi Rupiah
📅 Rabu, 12 Mar 2025, 08:40 WIB | Oleh: Muchamad Ismail
Doc: istimewa
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berpotensi melanjutkan pelemahannya, tengah pekan ini. Pelemahan rupiah diperkirakan masih dipengaruhi sentimen internal, terutama sejumlah data ekonomi yang menegasikan adanya pelemahan konsumsi domestik.
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong melihat investor menanti data penting, yaitu penjualan ritel yang diperkirakan menunjukkan pertumbuhan rendah, yakni 0,4 persen. Menurut Lukman, ekspektasi itu semakin mempertegas pelemahan permintaan domestik.
Karenanya, Lukman memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Rabu (12/3), bergerak melemah di kisaran 16.400– 16.500 rupiah per dollar AS.
Sebelumnya, niilai tukar rupiah terhadap dollar AS dalam penutupan perdagangan, Selasa (11/3) sore, di Jakarta melemah 42 poin atau 0,25 persen dari sehari sebelumnya menjadi 16.409 rupiah per dollar AS.
Pengamat mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuabi menilai pelemahan nilai tukar rupiah dipengaruhi kebijakan proteksionis Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengguncang pasar di seluruh dunia.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kebijakan proteksionis Presiden AS Donald Trump telah mengguncang pasar di seluruh dunia, dengan Trump memberlakukan dan kemudian menunda tarif pada pemasok minyak terbesar negaranya, Kanada dan Meksiko, sementara juga menaikkan bea atas barang-barang Tiongkok,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!