Setelah DeepSeek, Kini Ada Manus Asisten Digital AI dari Tiongkok yang Bikin Heboh

Selasa, 11 Mar 2025, 09:50 WIB

BEIJING - Agen kecerdasan buatan Tiongkok baru yang disebut-sebut mampu bekerja secara independen dari manusia telah membuat heboh, sebagian orang khawatir dan sebagian lagi kecewa.

Perusahaan rintisan Butterfly Effect secara diam-diam selama setahun terakhir mengerjakan asisten digital AI-nya Manus, kata salah satu pendiri Yichao "Peak" Ji dalam video peluncuran yang diunggah di YouTube.

Ket. Foto: Manus, agen AI yang dirilis perusahaan rintisan Tiongkok, Monica. — Sumber: Business Insider

"Kami melihatnya sebagai paradigma berikutnya dalam kolaborasi manusia-mesin, dan berpotensi menjadi gambaran sekilas tentang AGI," katanya, merujuk pada kecerdasan buatan umum yang bertujuan untuk berpikir seperti manusia.

Manus diluncurkan melalui tahap undangan saja minggu lalu, dan tiket sulit didapat.

Ulasan yang muncul di media sosial beragam, dari yang sensasional hingga yang biasa-biasa saja.

"Saya sudah mendapatkan akses dan itu benar... Manus adalah alat AI paling mengesankan yang pernah saya coba," kata kepala desain produk Hugging Face, Victor Mustar, dalam sebuah posting di X.

"Kemampuan agennya sungguh menakjubkan, mendefinisikan ulang apa yang mungkin."

Kritik termasuk yang mengatakan Manus tersendat pada tugas-tugas sederhana seperti memesan tiket pesawat, atau bahwa mereka menemui pesan-pesan salah atau loops tanpa akhir.

Dan karena pemrosesan AI dihosting di cloud, pengguna khawatir tentang keamanan data mereka.

Pertanyaan apakah perusahaan Tiongkok memimpin dalam bidang AI telah menjadi topik hangat sejak DeepSeek yang berbasis di Tiongkok muncul pada bulan Januari.

Model DeepSeek menantang model yang dibuat oleh OpenAI, Google, dan pesaing AS lainnya, namun beroperasi dengan biaya yang jauh lebih murah.

Tren AI terkini adalah "agen" digital yang dikhususkan untuk tugas atau bidang tertentu.

Anthropic dan OpenAI telah menambahkan kemampuan tersebut ke platform AI mereka sejak akhir tahun lalu.

Butterfly Effect menggambarkan Manus mampu melakukan tugas-tugas seperti membeli properti di New York atau mengedit podcast.

Namun jurnalis TechCrunch Kyle Wiggers menulis tentang kegagalan Manus saat diminta memesankan sandwich atau mencarikannya tiket pesawat ke Jepang saat uji coba.

Kemajuan pesat Tiongkok dalam bidang AI meskipun ada pembatasan AS terhadap ekspor chip komputer canggih, membuat Silicon Valley khawatir.

Dan melepaskan agen AI di internet tanpa regulasi yang ketat menimbulkan kekhawatiran tentang kecelakaan atau penyalahgunaan, seperti kekacauan pasar saham yang disebabkan oleh agen digital yang membuat kesalahan fakta.

Kepala eksekutif Corpora.ai Mel Morris tidak melihat Manus sebagai "lompatan revolusioner" dari model AI yang ada tetapi melihat kemampuannya untuk mengakses server komputer jarak jauh sebagai risiko potensial terhadap kerahasiaan data.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.