Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Trump Ancam Tak Bela NATO Jika Anggotanya Tak Bayar Iuran

📅 Sabtu, 08 Mar 2025, 02:59 WIB | Oleh:
Trump Ancam Tak Bela NATO Jika Anggotanya Tak Bayar Iuran Doc: AFP/ROBERTO SCHMIDT
Ket. Presiden AS, Donald Trump

WASHINGTON DC – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, pada Kamis (6/3) meragukan kesediaannya untuk membela sekutu-sekutu Washington DC di NATO dengan mengatakan bahwa ia tidak akan melakukannya jika mereka tidak membayar cukup iuran untuk pertahanan mereka sendiri.

"Itu masuk akal sehat, kan?" kata Trump kepada wartawan di Ruang Oval. "Jika mereka tidak membayar, saya tidak akan membela mereka. Tidak, saya tidak akan membela mereka," tegas dia.

Trump pun mengatakan bahwa ia telah memiliki pandangan ini selama bertahun-tahun dan membagikannya dengan sekutu-sekutu NATO selama masa jabatan presidennya tahun 2017-2021. Upaya-upaya tersebut mendorong lebih banyak pengeluaran dari anggota-anggota lain dari aliansi transatlantik yang telah berusia 75 tahun tersebut, kata dia, tetapi bahkan sekarang pun, iuran itu belum cukup. “Mereka seharusnya membayar lebih,” ucap Presiden AS itu.

Klausul bantuan timbal balik merupakan inti aliansi NATO, yang dibentuk pada 1949 dengan tujuan utama untuk melawan risiko serangan Soviet terhadap wilayah sekutu.

Pernyataan Trump dapat memicu tanda bahaya di ibu kota dari Eropa hingga Asia, di mana para pemimpin sudah khawatir tentang penarikan dukungan keamanan AS setelah Trump berselisih dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, dan menunjukkan keinginan yang lebih besar untuk berurusan dengan Presiden Russia, Vladimir Putin.

Ragukan Komitmen

Sebelumnya pada Kamis, para pemimpin Eropa yang prihatin, mendukung rencana untuk menghabiskan lebih banyak dana untuk pertahanan dan berjanji untuk terus mendukung Ukraina.

"Saya tahu beberapa pihak mungkin memiliki kekhawatiran tentang masa depan NATO," kata Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte. "Jadi, izinkan saya tegaskan, hubungan transatlantik dan kemitraan transatlantik tetap menjadi landasan aliansi kita. Presiden Trump telah memperjelas komitmen AS dan komitmennya secara pribadi kepada NATO, dan juga telah memperjelas harapan bahwa kita di Eropa harus berbuat lebih banyak dalam hal pengeluaran pertahanan," imbuh Rutte.

Di Ruang Oval, Trump mengatakan bahwa anggota NATO adalah teman-temannya, tetapi mempertanyakan komitmen apakah Prancis atau "beberapa negara lain" akan bersedia melindungi AS di saat krisis. "Menurutmu mereka akan datang dan melindungi kita? Memang seharusnya begitu, tapi saya tidak begitu yakin," ungkap Trump seraya mengatakan bahwa ia memandang NATO sebagai "berpotensi baik" jika apa yang ia lihat sebagai masalah pengeluaran dapat diperbaiki. "Mereka justru mempermainkan kita dalam hal ini," kata Trump.

Pekan lalu sebenarnya Trump telah menegaskan komitmen AS untuk saling membela NATO selama konferensi pers bersama Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer.

Pada pertemuan para pemimpin Eropa di Brussels, Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menanggapi komentar Trump dengan mengatakan Prancis dan negara-negara Eropa lainnya telah bergabung dengan pasukan AS dalam pertempuran di Afghanistan setelah peristiwa 11/9.

"Tidak hanya Prancis, tetapi juga Eropa ada di sana ketika kami dipanggil ke Afghanistan. Dan omong-omong, mereka tidak diperingatkan dengan sopan ketika AS meninggalkan Afghanistan," kata Macron. "Kami adalah sekutu yang setia dan dapat dipercaya," imbuh dia. ST/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...

Pariwisata Indonesia Catat Pertumbuhan Wisman dan Wisnus

30 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Wisata
Pariwisata Indonesia Catat ...

KKP dan Kemenkeu Perkuat Tata Kelola PNBP Perikanan Tangkap

35 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Ekonomi
KKP dan Kemenkeu Perkuat Ta...
Ekonomi
IHSG Dibuka Menguat 0,13 Pe...
Advertisement
Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

08 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.