Agar Ada Multiplier Effect, Bahan Baku MBG Jangan Dari Impor
📅 Rabu, 05 Mar 2025, 10:42 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
JAKARTA-Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti mengatakan, dengan anggaran yang begitu besar dan kebutuhan baku yang begitu banyak seharusnya sumber bahan bakunya tidak boleh dari impor tetapi hasil produksi sendiri.
"Bahan baku harus dari dalam negeri, gunakan pangan lokal dan pangan hasil produksi sendiri,"tegas Esther, Rabu (5/3) menanggapi besarnya kebutuhan beras sebagai bahan baku program makan bergisi gratis (MBG).
Dia pun mendorong agar pemerintah mengutamakan kemitraan dengan UMKM dan petani lokal sebagai pemasok bahan baku agar multiplier effect program MBG ini semakin luas.
Kemudian lanjut Esther, di tengah efisiensi anggaran program MBG ini sebaiknya bertahap, tahap pertama khusus untuk daerah stunting, tahap dua daerah miskin.
Kemudian, tahap ketiga daerah remote area, dan tahap selanjutnya baru daerah lainnya. Tetapi harus ada evaluasi setiap tahap
Sebaiknya Anda baca juga:
"Jangan dipaksakan banyak penerima manfaat tetapi mengorbankan program prioritas lainnya, apalagi efisiensi ini memotong banyak anggaran. Jika tidak bertahap, ekonomi bisa lesu,"pungkas Esther.
Diketahui, Indonesia membutuhkan setidaknya empat juta ton beras untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan target penerima manfaat mencapai 82,9 juta orang.
Butuh 4 Juta Ton Beras
Sebaiknya Anda baca juga:
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan menyatakan bahwa semakin banyak penerima manfaat yang diikutsertakan dalam program tersebut, semakin banyak pula bahan baku yang dibutuhkan untuk makanan yang didistribusikan kepada para pelajar di sekolah.
“Jika kita ingin memberi makan 82,9 juta orang, kita membutuhkan sekitar 4 juta ton beras,” kata Zulkifli dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (4/3). Terkait bahan baku, Hasan menyatakan setiap daerah memiliki kebutuhan dan ketersediaan bahan yang berbedabeda. Misalnya, daerah di Jawa membutuhkan ayam dalam jumlah yang besar untuk program tersebut, sedangkan daerah lain membutuhkan ikan.
Program MBG menjadi prioritas utama pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan gizi masyarakat, khususnya pelajar sekolah, di 38 provinsi di Indonesia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!