Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PPDB Resmi Diganti SPMB

📅 Selasa, 04 Mar 2025, 03:03 WIB | Oleh:
PPDB Resmi Diganti SPMB Doc: Koran Jakarta/M. Marup

Kemendikdasmen resmi mengganti PPDB dengan SPMB yang akan berlaku mulai ­tahun ajaran 2025/2026. SPMB ini bertujuan untuk memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh siswa untuk mendapatkan pendidikan bermutu dan dekat ­dengan domisili.

JAKARTA - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) resmi diganti Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB). Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, memastikan, SPMB akan dilaksanakan mulai tahun ajaran 2025/2026.

1741012849_3491a691aa5fbfed6de8.jpg

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, dalam peluncuran SPMB tahun ajaran 2025/2026, di Jakarta, Senin (3/3). Foto Muhamad Marup

“Keputusan ini diambil berdasarkan evaluasi yang dilakukan bersama dengan sejumlah pemangku kepentingan di bidang pendidikan dalam beberapa kali kesempatan,” ujar Mu’ti, dalam peluncuran SPMB tahun ajaran 2025/2026, di Jakarta, Senin (3/3).

Dia mebyebut, PPDB yang berlangsung sejak 2017-2024 telah menyebabkan masalah yang berdampak pada penurunan kualitas sekolah unggul karena heterogenitas kemampuan awal (intake) murid sehingga banyak murid yang mengundurkan diri. PPDB juga menimbulkan pelanggaran administrasi kependudukan hingga tindakan korupsi, kolusi, dan nepotisme. “Akar masalahnya karena kesenjangan mutu pendidikan, persepsi sekolah negeri lebih murah dan intervensi kepentingan kelompok tertentu,” jelasnya.

Mu’ti mengungkapkan SPMB bertujuan untuk memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh murid untuk mendapatkan pendidikan bermutu dan dekat dengan domisili. Filosofi SPMB adalah pendidikan bermutu untuk semua, inklusi sosial, integrasi sosial, dan kohesivitas sosial.

“Semangat utama SPMB adalah pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu untuk semua,” katanya.

Kuota SPMB

Mu’ti menerangkan, SPMB tetap mempertahankan empat jalur seleksi. Tiga jalur yang sudah ada dalam PPDB, yakni jalur afirmasi, jalur prestasi, dan jalur mutasi, tetap dipertahankan, sementara jalur zonasi diganti dengan jalur domisili.

Dia melanjutkan, kuota SPMB jenjang SD untuk Jalur domisili minimal 70 persen, jalur afirmasi minimal 15 persen, jalur mutasi maksimal 5 persen. SMP kuota jalur domisili minimal 40 persen, jalur afirmasi minimal 20 persen, Jalur prestasi minimal 25 persen, Jalur mutasi maksimal 5 persen.

“Untuk SMA kuotanya yaiu jalur domisili minimal 30 persen, jalur afirmasi minimal 30 persen, jalur prestasi minimal 30 persen, jalur mutasi maksimal 5 persen,” lanjutnya.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (Dirjen PAUD Dikdasmen) Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto mengatakan, murid yang tidak tertampung di sekolah negeri dapat difasilitasi di sekolah swasta. Kriterianya sekolah swasta harus terakreditasi dan/atau sekolah yang diselenggarakan oleh kementerian lain melalui kerja sama.

Dia memaparkan, fasilitas yang dalam bentuk bantuan pembebasan atau pengurangan biaya pendidikan di sekolah swasta itu ditetapkan oleh pemerintah daerah sesuai dengan kemampuan fiskal daerah. Kemendikdasmen meminta bantuan itu diberikan kepada calon murid dari keluarga ekonomi tidak mampu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

44 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

54 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.