Jangan Percaya Calo, Rekrutmen Akpol Transparan
Minggu, 02 Mar 2025, 13:55 WIBJAKARTA - Memang teorinya demikian, tapi apakah sungguh-sungguh sudah tidak ada titipan-titipan? semoga demikian adanya. Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri Komjen Pol Dedi Prasetyo memastikan bahwa rekrutmen Akpol transparan.
âSelesai tes renang, calon taruna bisa langsung lihat berapa detik, nilainya berapa,â katanya. Lari juga demikian dapat berapa putaran, waktunya berapa lama. Tes-tes lainnya pun sama: selesai, nilai langsung keluar.
âNilai terpampang di layar, semua bisa melihat,â kata Dedi dalam keterangan diterima di Jakarta, Minggu.
Menurut dia, rekrutmen dengan mengedepankan prinsip bersih, transparan, akuntabel, dan humanis telah dilakukan sejak bertahun-tahun. Panitia seleksi sengaja menayangkan nilai atau skor pada setiap tes agar calon taruna bisa saling mengoreksi diri.
âCalon taruna ketika dia merasa nilai tidak sesuai, diberikan kesempatan untuk mengoreksi ke panitia. Mereka juga sudah tahu bobot nilai akademis berapa, psikologi berapa, jasmani berapa. Calon taruna itu bisa menghitung sendiri dengan sistem yang terbuka ini,â ujarnya.
Untuk itu, Dedi mengimbau masyarakat agar tidak memercayai calo atau siapa pun yang menjanjikan masuk sebagai anggota kepolisian dengan imbalan uang. Dia pun menegaskan ancaman pidana bagi pelaku penipuan.
âSudah banyak kasus masyarakat tertipu, sudah memberikan sejumlah uang, anaknya gagal masuk Akpol,â katanya.
Dijelaskan Dedi bahwa per hari Jumat (28/2), jumlah pendaftar daring taruna Akpol telah mencapai 8.016 orang. Secara keseluruhan, jumlah pendaftar rekrutmen anggota Polri, baik Tamtama, Bintara, maupun Akpol ialah 116.732 orang.
Sebagaimana arahan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, jalur untuk masuk Akpol hanya jalur reguler. Dengan begitu, rekrutmen diharapkan melahirkan taruna yang benar-benar mampu menjalani proses pendidikan dan pelatihan selama dengan baik.
âSesuai arahan pimpinan, tahun ini sama seperti tahun lalu, tidak dilakukan dikotomi lagi, atau friksi-friksi jalur rekpro, jalur reguler, jalur kuota khusus,â ucap Dedi menekankan.
Di sisi lain, gambaran proses dan metode seleksi perlu diketahui masyarakat agar dipahami bahwa seleksi anggota Polri hanya bertumpu pada kemampuan diri sendiri selama mengikuti tahapan seleksi.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Kemkomdigi Cetak Talenta Digital SMK, Peluang Kerja Daerah Dibuka Lebar
-
KemenHAM: Kepatuhan HAM Dorong Layanan Publik Inklusif
-
Polri Pindahkan 321 WNA Jaringan Judi Online ke Sejumlah Kantor Imigrasi
-
Soal BBM, Warga OKU Timur Diminta Tetap Tenang dan Tak Menimbun.
-
Persib Bandung Tundukkan Persija Jakarta 2-1, Kokoh di Puncak Klasemen
-
Hari Bhayangkara ke-80: Presiden Prabowo Tegaskan Tema 'Polri untuk Masyarakat'
-
KLH dan Buruh Tanam 12.000 Pohon di Kabupaten Bandung
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.