Dinkes Tanjungpinang Mengajak Warga Bergejala Tuberkulosis Segera Berobat

Minggu, 02 Mar 2025, 19:28 WIB

TANJUNGPINANG– Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DinkesP2KB) Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), mengajak warga yang bergejala tuberkulosis (TB) segera memeriksa dan berobat ke fasilitas kesehatan.

"Kami mengajak masyarakat bersama-sama mendukung penuntasan tuberkulosis, khususnya di wilayah Tanjungpinang," kata Kepala DinkesP2KB Tanjungpinang, Rustam, di Tanjungpinang, Minggu (2/3).

Ket. Foto: Petugas Dinas Kesehatan Tanjungpinang, Kepri, menyosialisasikan penyakit tuberkulosis kepada masyarakat. — Sumber: ANTARA

Rustam menyebut penuntasan tuberkulosis merupakan program prioritas Presiden RI Prabowo, sebagaimana halnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang harus didukung daerah.

Oleh karena itu, dia meminta masyarakat berpartisipasi agar tuberkulosis ini dapat dituntaskan. Pertama, memastikan seluruh warga masyarakat yang bergejala untuk mengunjungi layanan kesehatan.Kedua, mereka yang positif atau kontak erat dengan penderita positif menjalani terapi sampai tuntas.

Dia menjelaskan ada beberapa gejala yang patut dicurigai sebagai tuberkulosis, yaitu batuk lebih dari tiga hari apalagi berdahak atau bahkan berdarah, berat badan menurun secara signifikan, kurang nafsu makan, hingga sering keluar keringat di malam hari tanpa aktivitas.

"Makin perlu waspada jika salah satu gejala tersebut terjadi pada orang dengan HIV/AIDS, perokok, ibu hamil, dan pengidap diabetes," ungkapnya.

Dia menyampaikan saat ini layanan tuberkolosis telah tersedia di seluruh rumah sakit, puskesmas, klinik, dan praktik mandiri dokter. Setidaknya enam praktik dokter dan 40 klinik di Tanjungpinang sudah bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dalam pelayanan tuberkulosis.

Dia memaparkan pada tahun 2024 dilaporkan ada 8.384 orang terduga tuberkulosis dan 834 di antaranya dinyatakan positif. Sedangkan pada 2025 sampai 26 Februari dilaporkan ada 1.259 orang terduga tuberkulosis dan 113 di antaranya dinyatakan positif.

Namun, dia menyayangkan tidak semua penderita tuberkulosis yang dinyatakan positif bersedia mengikuti pengobatan. Setidaknya ada 87 penderita tuberkulosis di Tanjungpinang pada tahun 2024 yang tidak mengikuti pengobatan.

Untuk bisa menuntaskan tuberkulosis, menurut Rustam, bukan hanya orang yang positif TB saja yang harus berobat, tetapi juga orang yang kontak erat dengan penderita pun harus ikut berobat walaupun hasil pemeriksaannya negatif, namanya Terapi Pencegahan TB (TPT).

"Bayangkan saja kalau 87 orang yang tidak berobat ini kontak erat dengan rata-rata 10 orang saja, maka akan terdapat 870 orang lainnya yang potensial ikut tertular tuberkulosis," ungkapnya.

Dia menambahkan, terapi pencegahan tuberkulosis saat ini tersedia obat yang cukup diminum satu minggu sekali dan jangka waktunya juga lebih pendek yaitu tiga bulan, sedangkan untuk pengobatan tuberkulosis positif, obatnya harus diminum tiap hari dan jangka waktunya juga lebih panjang, yaitu enam bulan.

Tuberkulosis merupakan suatu penyakit bakteri menular yang berpotensi serius terutama mempengaruhi paru-paru.

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Modus Baru, Penipu di Kamboja Jual Jasa 'Anti-Banned' untuk Kuras Data Medsos

Bangladesh Punya Presiden Baru Setelah Pemilu Sengit 35 Tahun Terakhir

Simbol Hubungan Akrab, Sultan Brunei-Anwar Ibrahim Gelar Pertemuan di Istana Nurul Iman

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.